<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714035">
 <titleInfo>
  <title>EFEK PEMBERIAN BAKTERI ACETOBACTER ACETI DARI CUKA AREN (ARENGA PINNATA) TERHADAP TNF-α DAN PROFIL DARAH TIKUS (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Morizka Wianda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sistem imun berperan penting dalam mempertahankan homeostasis tubuh dan melindungi inang dari infeksi serta peradangan. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan dan menyeimbangkan respon imun adalah melalui pemberian &#13;
probiotik. Cuka aren (Arenga pinnata) merupakan produk fermentasi tradisional yang mengandung bakteri asam asetat, khususnya Acetobacter aceti, yang berpotensi sebagai agen imunomodulator alami. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengevaluasi efek pemberian bakteri Acetobacter aceti dari cuka aren (Arenga pinnata) terhadap respon imun tikus putih (Rattus norvegicus), yang dinilai melalui kadar Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α) dan profil darah. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan menggunakan 24 ekor tikus putih jantan yang dibagi dalam empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok kontrol dan dosis McFarland 0,5, 2, dan 4 secara oral selama 21 hari. Parameter yang diamati meliputi kadar TNF-α menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), serta profil darah yang mencakup Red Blood Cell (RBC), hemoglobin, hematokrit, White Blood Cell (WBC), limfosit, monosit, granulosit dan eosinofil yang dianalisis menggunakan hematology analyzer. Data dianalisis menggunakan Two-Way Repeated Measures ANOVA dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Acetobacter aceti berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar TNF-α, terutama pada kelompok dosis tertinggi yaitu McFarland 4, mengindikasikan adanya efek imunomodulator. Profil darah merah tidak menunjukkan perubahan signifikan, sedangkan profil sel darah putih seperti WBC, limfosit dan monosit terdapat perbedaan signifikan antar kontrol dan dosis perlakuan serta mengalami fluktuasi antar waktu pengamatan, namun tetap berada dalam kisaran fisiologis dan tidak menunjukkan peningkatan yang mengarah pada inflamasi sistemik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Acetobacter aceti dari cuka aren aman digunakan dan berpotensi sebagai kandidat probiotik alami yang mampu menekan respon inflamasi tanpa mengganggu keseimbangan sistem imun dan hematologi pada tikus putih.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714035</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 14:31:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 15:29:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>