<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714027">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH ACEH DALAM RESILIENSI TERHADAP PENGUNGSI PEREMPUAN ROHINGYA  (STUDI KASUS DI CAMP KULEE BATE KABUPATEN PIDIE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Hafizzah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini menganalisis tanggung jawab Pemerintah Aceh dalam mendukungResiliensi pengungsi perempuan Rohingya dengan studi kasus di Camp Kulee BateKabupaten Pidie. Latar belakang penelitian ini berangkat dar meningkatnya jumlahpengungsi Rohingya yang masuk ke Aceh melalui jalur laut serta munculnyatantangan baru berupa resistensi masyarakat lokal, keterbatasan kebijakan daerah,dan dominanya peran aktor non negara dalam penanganan pengungsi. PerempuanRohingya dianggap sebagai kelompok yang memiliki banyak kerentanan danmemerlukan perhatian khusus dari pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk memeriksa bagaimana pemerintah Aceh, khususnya pemerintah KabupatenPidie, bertanggung jawab secara politik dan moral untuk mendukung resiliensperempuan pengungsi dan untuk menemukan tantangan yang dihadapinya dalammenyeimbangkan tuntutan kemanusiaan internasional dengan perubahan sosialokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknikpengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studidokumentasi. Kerangka analisis penelitian ini didasarkan pada teori StateResponsibility dari Richard Falk dan Feminist Ethics Of Care dari Carol Gillingan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan pemerintah daerah masih bersifaadministratif dan reaktif, dan tidak ada kebijakan khusus yang ditujukan untukmembantu dan melindungi perempuan pengungsi. Karena tidak ada intervenslangsung dari pemerintah, perempuan Rohingya lebih banyak mempertahankan dirimelalui dukungan organisasi masyarakat sipil dan lembaga internasional. Studi inimenyarankan bahwa peran pemerintah daerah harus ditingkatkan melalui kebijakanyang lebih responsif gender, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk memastikanbahwa perempuan pengungsi Rohingya dilindungi dan dapat bertahan.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Tanggung jawab Pemerintah, resiliensi, pengungsi perempuanRohingya, Aceh&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714027</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 13:57:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 15:20:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>