<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1714009">
 <titleInfo>
  <title>FENOMENA MENGEMIS PADA LANSIA SEBAGAI PILIHAN DAN STRATEGI BERTAHAN HIDUP DI PERKOTAAN (STUDI PADA PENGEMIS LANSIA DI BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>REYSA DWI RAHMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji fenomena mengemis pada lansia sebagai pilihan sekaligus strategi bertahan hidup di wilayah perkotaan, dengan fokus pada pengemis lanjut usia di Kota Banda Aceh. Kajian ini penting karena aktivitas tersebut kerap dipahami secara stereotip dan normatif tanpa mempertimbangkan makna subjektif yang dibangun oleh para pelakunya. Tujuan penelitian adalah memahami bagaimana lansia memaknai praktik mengemis pada usia lanjut berdasarkan pengalaman hidup serta realitas sosial yang mereka hadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan fenomenologi Alfred Schutz untuk menelaah tindakan sosial melalui kesadaran subjektif, pengalaman keseharian (life-world), serta motif tindakan yang mencakup because motive dan in-order-to motive. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di ruang publik, wawancara mendalam dengan informan lansia, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian temuan, dan penarikan kesimpulan secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik mengemis dipahami sebagai tindakan yang terbentuk dari perjalanan hidup panjang yang ditandai keterbatasan ekonomi, penurunan kondisi kesehatan, rendahnya tingkat pendidikan, serta terbatasnya akses terhadap pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan fisik. Lemahnya dukungan keluarga dan keterbatasan jaminan sosial turut memengaruhi cara pandang lansia dalam melihat aktivitas tersebut sebagai pilihan yang rasional dan memungkinkan. Dengan demikian, mengemis tidak semata dimaknai sebagai bentuk ketergantungan, melainkan sebagai strategi bertahan hidup yang memiliki arti dalam konteks kehidupan mereka.&#13;
Kata kunci: Lansia, Pengemis, Fenomenologi, Makna Sosial, Strategi Bertahan hidup.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1714009</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 13:02:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 14:38:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>