<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713997">
 <titleInfo>
  <title>MEMBANGUN MODEL MESIN PENERJEMAH BAHASA INDONESIA KE BAHASA ACEH MENGGUNAKAN NEURAL MACHINE TRANSLATION</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Arief Hidayah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bahasa Aceh adalah salah satu bahasa daerah di Indonesia yang memiliki kekayaan linguistik dan budaya tinggi, namun masih minim dukungan teknologi, terutama dalam penerjemahan otomatis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model Neural Machine Translation (NMT) berbasis Transformer untuk menerjemahkan teks dua arah antara Bahasa Aceh dan Bahasa Indonesia. Sebagai dasar pelatihan, disusun korpus paralel Aceh–Indonesia yang terdiri dari sekitar 17.000 pasangan kalimat dengan lebih dari 5.000 kosakata unik, yang dihimpun dari sumber daring, hasil web scraping, serta penyusunan manual berdasarkan referensi seperti Kamus Aceh–Indonesia karya Bukhari Daud dan Bahasa Aceh oleh Budiman Sulaiman. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model NMT yang dikembangkan secara konsisten mengungguli sistem penerjemahan umum seperti Google Translate dan Glosbe. Pada penerjemahan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Aceh, model mencapai skor BLEU-1 hingga BLEU-4 sebesar 50,63%, 41,12%, 32,91%, dan 21,98%, sedangkan pada penerjemahan dari Bahasa Aceh ke Bahasa Indonesia memperoleh 60,37%, 54,08%, 48,84%, dan 42,10%. Nilai tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sekitar 13%–30% dibandingkan dua sistem pembanding, menandakan kemampuan model dalam mempertahankan kesepadanan leksikal, struktur sintaksis, serta konteks makna antarbahasa. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa model NMT berbasis Transformer yang dilatih secara khusus menggunakan korpus paralel Aceh–Indonesia mampu menghasilkan terjemahan yang lebih akurat dan kontekstual, serta menjadi langkah awal penting dalam pengembangan teknologi penerjemahan untuk bahasa daerah di Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713997</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 12:25:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 14:59:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>