<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713989">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TATA RUANG DALAM PENATAAN BANGUNAN KOTA BANDA ACEH TAHUN 2025</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mulya Fathani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
 &#13;
Penerapan Garis Sempadan Bangunan (GSB) di Kota Banda Aceh tahun 2025&#13;
merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota dalam mempercepat proses penataan&#13;
bangunan serta meminimalkan potensi pelanggaran oleh pemilik bangunan.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penataan bangunan dan&#13;
mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapan garis sempadan&#13;
bangunan di Kota Banda Aceh pada tahun 2025. Teori yang digunakan adalah&#13;
model implementasi kebijakan Van Horn dan Van Meter dengan enam dimensi&#13;
meliputi standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, komunikasi antar organisasi&#13;
dan aktivitas pelaksana, karakteristik agen pelaksana, kondisi sosial, ekonomi,&#13;
politik serta disposisi pelaksana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif&#13;
dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status quo&#13;
kebijakan penataan bangunan, yang meliputi Qanun dan Peraturan Walikota, telah&#13;
sepenuhnya terpenuhi. Dari sisi sosialisasi, penerapan kebijakan ini didukung&#13;
melalui model komunikasi media massa seperti pemasangan baliho dan&#13;
pemanfaatan media sosial. Selanjutnya, koordinasi yang baik antar pelaksana&#13;
kebijakan serta pengaruh kepemimpinan terhadap kebijakan. Meskipun demikian,&#13;
masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan, yakni rendahnya kepatuhan&#13;
masyarakat, keterbatasan sumber daya pelaksana kebijakan, lemahnya koordinasi&#13;
antara organisasi dengan masyarakat, serta faktor sosial, ekonomi, dan politik.&#13;
Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara kebijakan normatif dan praktik&#13;
di lapangan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi implementasi yang&#13;
lebih kuat agar kebijakan penataan bangunan dapat mendukung tata ruang kota&#13;
yang tertib, inklusif dan berkelanjutan.&#13;
 &#13;
Kata Kunci: Implementasi, Penataan Bangunan, GSB&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CITY PLANNING</topic>
 </subject>
 <classification>307.121 6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713989</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 12:19:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 14:42:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>