<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713975">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN DAN SIMULASI ANTENA MIKROSTRIP PATCH RECTANGULAR ARRAY DUA ELEMEN DENGAN METODE DGS UNTUK KOMUNIKASI LORA 923 MHZ</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rivky Azizir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro dan Komputer</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Long Range (LoRa) merupakan teknologi komunikasi yang dibuat khusus untuk kebutuhan IoT karena mampu mendukung komunikasi jarak jauh dengan konsumsi daya yang rendah dan umur baterai yang panjang. Di Indonesia, penggunaan frekuensi LoRa harus beroperasi pada rentang frekuensi 920–923 MHz, sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Sumber Daya, Perangkat Pos dan Informatika Nomor 3 Tahun 2019. Salah satu type antena yang sering digunakan yaitu antena mikrostrip dengan bentuk patch rectangular. Metode Defected Ground Structure (DGS) berguna untuk meningkatkan bandwidth dan penambahan array berguna untuk meningkatkan gain. Penelitian ini merancang antena mikrostrip patch rectangular array dua elemen dengan metode DGS pada frekuensi 923 MHz untuk komunikasi LoRa. Antena mikrostrip ini dibuat menggunakan bahan substrat FR-4 dengan ketebalan substrat (h) 1,5 mm dan konstanta dielektrik (ε_r) 4,6. Software yang digunakan pada simulasi adalah CST Studio Suite 2019. Hasil simulasi array dua elemen dengan DGS memperoleh nilai return loss, bandwidth, gain, dan VSWR masing-masing sebesar -30,051 dB, 32,39 MHz, 4,160 dBi, dan 1,064 serta pola radiasi directional. Sedangkan hasil pengujian memperoleh nilai return loss, bandwidth, gain, dan VSWR masing-masing sebesar -23,49 dB, 27,73 MHz, 3,62 dBi, dan 1,17. Berdasarkan kedua hasil tersebut, hasil simulasi menunjukan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan hasil pengujian. Hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian dimensi pada patch, ground, feedline, dan DGS saat proses pembuatan antena. Dari hasil simulasi dan pengujian antena telah memenuhi target parameter pada frekuensi 923 MHz untuk komunikasi LoRa yaitu return loss &lt; -10 dB, bandwidth ≥ 25 MHz, gain &gt; 3 dBi, dan 1 &lt; VSWR ≤ 2.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713975</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 11:49:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 12:12:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>