<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713969">
 <titleInfo>
  <title>THE VITALITY OF THE GAYONESE IN GAJAH PUTIH BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TRI YUSNITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bahasa Gayo merupakan salah satu bahasa daerah yang digunakan di Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini menganalisis vitalitas bahasa Gayo dengan menggunakan kerangka Language Vitality Assessment dari UNESCO (2003) yang terdiri atas sembilan indikator. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) yang bertujuan untuk menilai tingkat vitalitas bahasa Gayo serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelestariannya. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara yang melibatkan responden dan informan dari sepuluh kampung di Kecamatan Gajah Putih. Data kuantitatif dianalisis secara statistik untuk mengklasifikasikan tingkat vitalitas bahasa pada setiap kampung, sedangkan data kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelestarian bahasa Gayo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitalitas bahasa Gayo di Kecamatan Gajah Putih berada pada dua kategori, yaitu rentan (vulnerable) dan terancam (definitely endangered). Tujuh kampung diklasifikasikan sebagai rentan, sedangkan tiga kampung lainnya termasuk dalam kategori terancam. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa transmisi bahasa antargenerasi, praktik sosial dan budaya, serta sikap bahasa masyarakat masih tergolong kuat. Namun demikian, terdapat beberapa kelemahan pada penggunaan bahasa dalam ranah formal, ketersediaan bahan ajar, dukungan pemerintah, serta kemampuan bahasa dalam beradaptasi dengan media baru.&#13;
Kata kunci: vitalitas bahasa, bahasa Gayo, kerangka UNESCO, Kecamatan Gajah Putih&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713969</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 11:40:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 11:48:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>