<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713949">
 <titleInfo>
  <title>PENANGGULANGAN PERCERAIAN OLEH MAHKAMAH SYAR’IYAH DI KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>REZA RINALDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Reza Rinaldi (2025). Penanggulangan Perceraian oleh Mahkamah Syar’iyah di Kabupaten Aceh Tengah. (Skripsi, Universitas Syiah Kuala). Di bawah bimbingan Hasbi Ali, S.Pd, M.Si. dan Ridayani, S.H, M.H. &#13;
Perceraian merupakan salah satu permasalahan sosial yang terus meningkat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Aceh Tengah, yang berdampak pada aspek psikologis, sosial, dan ekonomi masyarakat. Mahkamah Syar’iyah memiliki peran strategis bukan hanya sebagai lembaga pemutus perkara, tetapi juga sebagai fasilitator dalam menekan angka perceraian melalui mediasi, penyuluhan hukum, dan pembinaan terhadap pasangan yang berkonflik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan menjelaskan bagaimana upaya penanggulangan perceraian yang dilakukan oleh Mahkamah Syar’iyah Aceh Tengah, (2) Mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam menurunkan angka perceraian, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara. Subyek penelitian 4 orang. Hasil penelitian: (1) Mahkamah Syar’iyah Aceh Tengah berperan tidak hanya sebagai lembaga pemutus perkara, tetapi juga sebagai fasilitator penyelesaian konflik keluarga melalui berbagai strategi, antara lain mediasi oleh hakim mediator, pemeriksaan perkara secara hati-hati, penyuluhan hukum, bimbingan pranikah, serta pemberian bantuan hukum melalui Posbakum. Proses mediasi terbukti mampu mencegah perceraian dalam beberapa kasus meskipun tingkat keberhasilannya masih rendah, (2) Hambatan yang ditemukan meliputi maraknya talak di luar pengadilan, tingginya nikah di usia dini, rendahnya pemahaman hukum masyarakat, faktor ekonomi, kondisi geografis, serta keterbatasan jumlah mediator bersertifikat. Simpulan: (1) Mahkamah Syar’iyah Aceh Tengah memiliki peran strategis dalam menekan angka perceraian, tidak hanya dengan pendekatan yuridis tetapi juga edukatif dan persuasive, (2) Hambatan yang dihadapi Mahkamah Syar’iyah Aceh Tengah dalam menanggulangi perceraian masih maraknya praktik talak di luar pengadilan, rendahnya kesadaran dan pemahaman hukum masyarakat, faktor ekonomi yang memicu konflik rumah tangga, keterbatasan akses masyarakat karena kondisi geografis, serta jumlah mediator bersertifikat yang masih minim. Saran: (1) Peningkatan kompetensi hakim, panitera, dan mediator melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan pendekatan humanis dalam persidangan, (2) Peningkatan kualitas administrasi perkara, serta partisipasi aktif keluarga dalam proses mediasi agar strategi penanggulangan perceraian dapat berjalan lebih efektif.&#13;
Kata Kunci: Perceraian, Mahkamah Syar’iyah, Mediasi, Aceh Tengah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713949</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 10:29:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 10:39:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>