<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713885">
 <titleInfo>
  <title>PERKUATAN LENTUR BALOK BETON BERTULANG MENGGUNAKAN SERAT ABAKA DENGAN VARIASI KONFIGURASI BENTUK LEKATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DHEA FITRIYAFI KHARIMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fak. Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
Beton merupakan material utama pada konstruksi sipil yang memiliki kuat tekan &#13;
tinggi, namun relatif lemah terhadap tarik sehingga mudah mengalami retak saat &#13;
bekerja menahan momen lentur. Penelitian ini menganalisis pengaruh perkuatan &#13;
eksternal AbFRP (serat abaka) terhadap perilaku lentur balok beton bertulang &#13;
melalui variasi bentuk lekatan, yaitu strip dan U-wrap, serta membandingkannya &#13;
dengan balok kontrol tanpa perkuatan. Pengujian dilakukan dengan pembebanan &#13;
bertahap hingga kondisi puncak, sedangkan lendutan dipantau menggunakan &#13;
LVDT, dengan lendutan maksimum mengacu pada tengah bentang. Hasil pengujian &#13;
menunjukkan beban maksimum balok kontrol (BLK) sebesar 99,44 kN dengan &#13;
lendutan maksimum 11,03 mm, balok lekatan strip (BLS) sebesar 109,38 kN&#13;
dengan lendutan maksimum 10,15 mm, dan balok lekatan U-wrap (BLU) sebesar &#13;
121,74 kN dengan lendutan maksimum 21,50 mm. Pola retak pada seluruh benda &#13;
uji diawali retak lentur dari zona tarik bawah dan berkembang progresif ke arah &#13;
zona tekan; balok kontrol cenderung memiliki retak yang lebih cepat membesar dan &#13;
lebih terkonsentrasi, sedangkan balok BLS dan terutama BLU menunjukkan retak &#13;
yang lebih terdistribusi dan terkendali akibat kontribusi perkuatan. Secara umum, &#13;
penggunaan AbFRP meningkatkan kapasitas balok, dengan konfigurasi U-wrap&#13;
memberikan peningkatan kinerja paling menonjol.&#13;
Kata kunci: beton bertulang, serat abaka, perkuatan eksternal, kapasitas lentur, pola retak, lendutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713885</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-14 15:14:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 09:35:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>