<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713877">
 <titleInfo>
  <title>ERYTHROCYTES PROFILE OF CATS (FELIS CATUS) DURING INCISIONAL WOUND HEALING TREATED WITH HETEROLOGOUS PLATELET RICH PLASMA RNFROM ACEH BOVINE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MIFFTA AMELIA PUTRILIANSYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Plasma kaya trombosit (PKT) merupakan konsentrat trombosit dalam plasma yang kaya akan growth factor. Kolaborasi protein seperti sitokin dan growth factor, serta eritrosit yang berfungsi dalam mengangkut oksigen dan mendukung hemostasis berperan penting dalam proses kesembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perbedaan profil eritrosit pada kucing (Felis catus) selama proses kesembuhan luka sayat yang diberikan PKT heterolog asal sapi aceh dan tanpa pemberian PKT. Penelitian ini menggunakan enam ekor kucing jantan berusia 1–2 tahun dengan berat 2,5–3,5 kg yang dibagi menjadi dua kelompok perlakuan. Prosedur pembedahan dilakukan dalam kondisi steril dan asepsis. Luka sayat dibuat pada daerah flank sepanjang 4 cm dengan kedalaman stadium 3 pada kedua kelompok perlakuan. Kucing pada Perlakuan I (P-I) diberikan PKT heterolog sapi aceh, sedangkan kucing pada Perlakuan II (P-II) tidak diberikan PKT. Luka sayat dijahit menggunakan benang non-absorbable silk 3.0 USP dengan teknik simple interrupted suture dan dirawat menggunakan moist dressing yang diganti secara berkala. Parameter hematologi yang diukur meliputi jumlah eritrosit, hemoglobin, hematokrit, mean corpuscular volume (MCV), mean corpuscular hemoglobin (MCH), dan mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC), yang diamati pada hari ke-0, 3, 6, 9, dan 12 melalui pengambilan darah pada Vena cephalica antebrachii. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai hemoglobin, hematokrit, MCV, dan MCH pada kelompok PKT heterolog dibandingkan tanpa PKT, meskipun tidak terdapat perbedaan signifikan antarwaktu pengamatan. Growth factor yang terkandung dalam PKT heterolog sapi aceh efektif dalam mempercepat kesembuhan luka berdasarkan profil eritrosit.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANIMAL DISEASES - VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CATS</topic>
 </subject>
 <classification>636.089 6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713877</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-14 14:41:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-15 09:53:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>