AN ANALYSIS OF MOOD STRUCTURE USED BY ONLINE TRAVEL PLATFORM ON INSTAGRAM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

AN ANALYSIS OF MOOD STRUCTURE USED BY ONLINE TRAVEL PLATFORM ON INSTAGRAM


Pengarang

DITA ZAHIRAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Tgk. Maya Silviyanti - 198005152006042001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2106102020047

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Inggris (S1) / PDDIKTI : 88203

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dita Zahirah. (2026). Analisis Struktur Suasana Hati yang Digunakan oleh Platform Perjalanan Online di Instagram [Skripsi Sarjana, Universitas Syiah Kuala]. Dibimbing oleh Tgk. Maya Silvianti, S.Pd., M.A. dan Putri Nurul A’la, S.Pd., MInter&TransSt.

Pertumbuhan pesat media sosial telah mengubah cara destinasi wisata dipromosikan, terutama melalui platform yang berorientasi visual seperti Instagram. Sebagai akun pariwisata nasional resmi, @wonderfulindonesia menggunakan bahasa secara strategis untuk menginformasikan, meyakinkan, dan melibatkan audiens global. Dengan mengacu pada kerangka kerja Linguistik Fungsional Sistemik (SFL), penelitian ini mengkaji bagaimana makna interpersonal dibangun melalui sistem Mood dalam keterangan berbahasa Inggris yang diposting oleh @wonderfulindonesia. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data terdiri dari 115 klausa yang diekstraksi dari keterangan Instagram berbahasa Inggris yang dipilih. Analisis berfokus pada klasifikasi dan distribusi jenis mood, termasuk klausa deklaratif, imperatif, interogatif, eksklamatif, dan non-mood, untuk mengungkap fungsi interpersonalnya dalam wacana pariwisata digital. Temuan menunjukkan bahwa mood deklaratif merupakan jenis yang paling dominan (64,35%), mencerminkan fungsi utama akun tersebut dalam memberikan informasi, mendeskripsikan destinasi, dan membangun kredibilitas institusional. Mood imperatif (30,43%) digunakan sebagai persuasi halus, mengajak audiens untuk menjelajahi dan mengalami destinasi pariwisata Indonesia. Gaya bahasa interogatif (5,22%) digunakan secara selektif untuk melibatkan pembaca melalui pertanyaan retoris yang merangsang rasa ingin tahu dan keterlibatan emosional. Tidak ditemukan gaya bahasa eksklamatif, yang mengindikasikan preferensi gaya penulisan yang disengaja untuk nada yang halus, profesional, dan informatif. Studi ini menunjukkan bahwa pilihan mood memainkan peran penting dalam membangun makna interpersonal dan mendukung branding pariwisata nasional di media digital. Temuan ini menegaskan bahwa analisis Mood dalam kerangka SFL merupakan alat analisis yang efektif untuk mengungkap strategi persuasi, keterlibatan, dan positioning relasional dalam promosi pariwisata berbasis media sosial.

Kata kunci: Linguistik Fungsional Sistematis, Sistem Mood, makna interpersonal, wacana pariwisata, keterangan foto Instagram.

Dita Zahirah. (2026). An Analysis of Mood Structure Used by Online Travel Platform on Instagram [Undergraduate Thesis, Universitas Syiah Kuala]. Under the supervision Tgk. Maya Silvianti, S.Pd., M.A. and Putri Nurul A’la, S.Pd., MInter&TransSt. The rapid growth of social media has transformed the way tourism destinations are promoted, particularly through visually oriented platforms such as Instagram. As an official national tourism account, @wonderfulindonesia employs language strategically to inform, persuade, and engage global audiences. Drawing on the framework of Systemic Functional Linguistics (SFL), this research examines how interpersonal meaning is constructed through the Mood system in English captions posted by @wonderfulindonesia. Using a qualitative descriptive approach, the data consist of 115 clauses extracted from selected English Instagram captions. The analysis focuses on the classification and distribution of mood types, including declarative, imperative, interrogative, exclamative, and non-mood clauses, to reveal their interpersonal functions in digital tourism discourse. The findings indicate that declarative mood is the most dominant type (64.35%), reflecting the account’s primary function of providing information, describing destinations, and establishing institutional credibility. Imperative mood (30.43%) is employed as soft persuasion, inviting audiences to explore and experience Indonesian tourism destinations. Interrogative mood (5.22%) is used selectively to engage readers through rhetorical questions that stimulate curiosity and emotional involvement. No exclamative mood is identified, suggesting a deliberate stylistic preference for a refined, professional, and informative tone. The study demonstrates that mood choices play a significant role in constructing interpersonal meaning and supporting national tourism branding in digital media. The findings confirm that Mood analysis within the SFL framework is an effective analytical tool for revealing strategies of persuasion, engagement, and relational positioning in social media-based tourism promotion. Keywords: Systemic Functional Linguistics, Mood system, interpersonal meaning, tourism discourse, Instagram captions.

Citation



    SERVICES DESK