<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713847">
 <titleInfo>
  <title>AN ANALYSIS OF TYPES OF ENGLISH SLANG USED BY TIKTOKERS IN THE COMMENT THREAD OF @AWQNTARA’S TIKTOK ACCOUNT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AISYAH PUTRI RAMADHANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bahasa di era komunikasi digital terus berkembang melalui interaksi yang cepat dan ekspresif di kolom komentar media sosial, salah satunya adalah TikTok, tempat berbagai istilah slang muncul dan menyebar secara dinamis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis slang yang digunakan dalam komentar di akun TikTok @awqntara (Princess L), yang memiliki gaya komunikasi dramatis dan teatrikal yang memengaruhi pola bahasa para pengikutnya. Penelitian ini menganalisis seratus komentar berbahasa Inggris yang dipilih secara khusus karena mengandung setidaknya satu bentuk slang, sehingga menghasilkan total 116 contoh slang. Komentar-komentar tersebut dikumpulkan menggunakan sampling purposif dan diklasifikasikan berdasarkan teori Allan dan Burridge (2006). Hasil menunjukkan bahwa enam kategori slang—yaitu pemendekan, akronim, alfabetisme, penciptaan kata baru, metafora, dan simbolisme bunyi—merupakan yang paling umum, dengan pemendekan sebagai bentuk yang paling sering digunakan dalam interaksi digital di akun tersebut. Dominasi ini menunjukkan bahwa pengguna TikTok cenderung menggunakan bahasa yang ringkas dan langsung untuk mengikuti laju komunikasi yang cepat dan responsif, yang membantu mereka menjadi lebih dekat dengan komunitas dan membangun keintiman. Sementara itu, munculnya penciptaan kata baru dan metafora menunjukkan bahwa kreativitas linguistik masih menjadi bagian dari interaksi digital, sedangkan tidak adanya slang berima dan ironi menunjukkan preferensi pengguna terhadap ekspresi yang sederhana dan mudah dipahami.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Bahasa gaul, Jenis bahasa gaul, TikTok, Linguistik digital, Kolom komentar, Allan &amp; Burridge</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713847</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-14 10:53:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-14 12:06:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>