<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713833">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN SELF-COMPASSION DENGAN LIFE SATISFACTION REMAJA SANTRI PESANTREN MODERN DI KABUPATEN GAYO LUES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RONA DIWANTI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kehidupan santri tingkat aliyah di pesantren modern ditandai dengan meningkatnya tuntutan akademik, kedisiplinan, serta keterbatasan kebebasan personal yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis, termasuk kepuasan hidup. Self-compassion sebagai kemampuan individu untuk bersikap penuh kebaikan terhadap diri sendiri ketika menghadapi kesulitan dan kegagalan dihipotesiskan dapat membantu santri mengevaluasi kehidupannya secara lebih positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan life satisfaction pada santri tingkat aliyah di pesantren modern Kabupaten Gayo Lues. Self-compassion dipahami sebagai sikap menerima diri, memahami keterbatasan pribadi, dan tidak menghakimi diri secara berlebihan, sedangkan life satisfaction merujuk pada penilaian kognitif individu terhadap kepuasan hidup secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 178 santri yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala welas diri (SWD) dan Multidimensional Students’ Life Satisfaction Scale (MSLSS). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara self-compassion dan life satisfaction (r = 0,438; p &lt; 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-compassion yang dimiliki santri, semakin tinggi pula tingkat life satisfaction yang dirasakan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa self-compassion berperan sebagai sumber kekuatan psikologis yang dapat membantu santri menilai kehidupannya secara lebih positif sehingga layak diintegrasikan dalam program pendampingan dan pembinaan santri.&#13;
Kata kunci: Life Satisfaction, Pesantren Modern, Remaja, Santri, Self-Compassion&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713833</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-14 09:16:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-14 11:57:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>