Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENCITRAAN ULTRASONOGRAFI DUODENUM KUCING DOMESTIK (FELIS CATUS) YANG MENGALAMI DIARE DAN DIBERIKAN PROBIOTIK
Pengarang
VICTORIA HANNAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Erwin - 198411272008121001 - Dosen Pembimbing I
Nanda Yulian Syah - 199007272022031007 - Dosen Pembimbing II
Riyan Ferdian - 198910172023211018 - Penguji
Etriwati - 198304282008122001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2202101010137
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Diare merupakan gangguan gastrointestinal umum pada kucing yang ditandai dengan peningkatan frekuensi defekasi dan konsistensi feses yang cair. Meskipun penggunaan antidiare konvensional seperti kaolin pektin efektif, potensi efek samping konstipasi mendorong penggunaan probiotik sebagai alternatif. Diagnosis diare dapat didukung oleh pemeriksaan ultrasonografi abdomen untuk mengevaluasi perubahan ketebalan dinding duodenum, namun kajian efektivitas probiotik pada kucing masih terbatas pada parameter klinis dan belum mengintegrasikan pencitraan ultrasonografi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian probiotik terhadap ketebalan lapisan duodenum kucing yang mengalami diare. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan memakai 6 ekor kucing dipilih secara acak dan dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Kelompok P1 terdiri dari 3 ekor kucing diare dan diberikan kaolin pektin. Kelompok P2 terdiri dari 3 kucing diare dan diberikan probiotik. Penelitian dilakukan dengan pengamatan pada hari ke-0 (H0), ke-3 (H3), dan ke-6 (H6). Pemeriksaan ultrasonografi dilakukan dengan posisi dorsoventral dan left lateral recumbency menggunakan transduser linear pada B-mode. Parameter yang diukur meliputi ketebalan lapisan mukosa, submukosa, muskularis, dan serosa pada duodenum. Analisis statistik dilakukan untuk mengevaluasi perubahan ketebalan lapisan dinding duodenum pada setiap kelompok perlakuan serta membandingkan kedua kelompok. Hasil analisis data menggunakan uji Friedman pada kelompok kaolin pektin dan juga kelompok probiotik pada hari 0, 3 dan 6 masing-masing menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan (p>0,05). Pada uji Mann Whitney untuk melihat perbandingan antara dua kelompok menunjukkan hasil tidak signifikan antar kelompok perlakuan (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa probiotik dapat dijadikan alternatif pengobatan diare pada kucing domestik.
Diarrhea is a common gastrointestinal disorder in cats, characterized by increased frequency of defecation and watery fecal consistency. Although conventional antidiarrheal agents such as kaolin-pectin are effective, the potential side effect of constipation encourages the use of probiotics as an alternative therapy. Clinically, the diagnosis of diarrhea can be supported by abdominal ultrasonography to evaluate changes in duodenal wall thickness however, studies on the effectiveness of probiotics in cats remain largely focused on clinical parameters and have not yet integrated ultrasonographic imaging as an indicator of duodenal structural improvement. This study aimed to evaluate the effect of probiotic administration on duodenal layer thickness in cats with diarrhea. The study was conducted as a laboratory experimental study using six cats randomly assigned into two treatment groups. Group P1 consisted of three cats with diarrhea treated with kaolin-pectin, while Group P2 consisted of three cats with diarrhea treated with probiotics. Observations were performed on day 0 (H0), day 3 (H3), and day 6 (H6). Ultrasonographic examination was conducted in dorsoventral and left lateral recumbency using a linear transducer in B-mode. The parameters measured included the thickness of the mucosal, submucosal, muscularis, and serosal layers of the duodenum. Statistical analysis was performed to evaluate changes in duodenal wall layer thickness within each treatment group and to compare the two groups. The Friedman test results for both the kaolin-pectin and probiotic groups on days 0, 3, and 6 showed no significant changes (p>0.05). The Mann–Whitney test used to compare the two treatment groups also revealed no significant differences between groups (p>0.05). It can be concluded that probiotics may be used as an alternative treatment for diarrhea in domestic cats.
PENCITRAAN ULTRASONOGRAFI DUODENUM KUCING DOMESTIK (FELIS CATUS) YANG MENGALAMI DIARE DAN DIBERIKAN PROBIOTIK (VICTORIA HANNAH, 2026)
GAMBARAN LEUKOSIT DARAH KUCING KAMPUNG (FELIS DOMESTICA) DAN KUCING PERSIA (FELIS CATUS) YANG MENDERITA DERMATOFITOSIS (Selvy Yunizar, 2018)
ISOLASI CANDIDA ALBICANS PADA KUCING DOMESTIK (FELIS CATUS DOMESTICUS) PENDERITA EAR MITES DI KECAMATAN KUTA ALAM (ANGGUN MELZANA, 2025)
PROFIL DARAH KUCING LOKAL (FELIS CATUS) SELAMA KESEMBUHAN DISTANT FLAPS (Akbar Muzaky, 2019)
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI CANDIDA NON-ALBICANS PADA KUCING DOMESTIK (FELIS CATUS DOMESTICUS) PENDERITA EAR MITES DI KECAMATAN KUTA ALAM (Mumtaza Firsta Afdelia, 2025)