<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713825">
 <titleInfo>
  <title>PENCITRAAN ULTRASONOGRAFI DUODENUM KUCING DOMESTIK (FELIS CATUS) YANG MENGALAMI DIARE DAN DIBERIKAN PROBIOTIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>VICTORIA HANNAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Diare merupakan gangguan gastrointestinal umum pada kucing yang ditandai dengan peningkatan frekuensi defekasi dan konsistensi feses yang cair. Meskipun penggunaan antidiare konvensional seperti kaolin pektin efektif, potensi efek samping konstipasi mendorong penggunaan probiotik sebagai alternatif. Diagnosis diare dapat didukung oleh pemeriksaan ultrasonografi abdomen untuk mengevaluasi perubahan ketebalan dinding duodenum, namun kajian efektivitas probiotik pada kucing masih terbatas pada parameter klinis dan belum mengintegrasikan pencitraan ultrasonografi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian probiotik terhadap ketebalan lapisan duodenum kucing yang mengalami diare. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan memakai 6 ekor kucing dipilih secara acak dan dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Kelompok P1 terdiri dari 3 ekor kucing diare dan diberikan kaolin pektin. Kelompok P2 terdiri dari 3 kucing diare dan diberikan probiotik. Penelitian dilakukan dengan pengamatan pada hari ke-0 (H0), ke-3 (H3), dan ke-6 (H6). Pemeriksaan ultrasonografi dilakukan dengan posisi dorsoventral dan left lateral recumbency menggunakan transduser linear pada B-mode. Parameter yang diukur meliputi ketebalan lapisan mukosa, submukosa, muskularis, dan serosa pada duodenum. Analisis statistik dilakukan untuk mengevaluasi perubahan ketebalan lapisan dinding duodenum pada setiap kelompok perlakuan serta membandingkan kedua kelompok. Hasil analisis data menggunakan uji Friedman pada kelompok kaolin pektin dan juga kelompok probiotik pada hari 0, 3 dan 6 masing-masing menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan (p&gt;0,05). Pada uji Mann Whitney untuk melihat perbandingan antara dua kelompok menunjukkan hasil tidak signifikan antar kelompok perlakuan (p&gt;0,05). Dapat disimpulkan bahwa probiotik dapat dijadikan alternatif pengobatan diare pada kucing domestik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713825</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-14 00:44:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-14 10:27:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>