PENGGUNAAN LOVE LANGUAGE DAN KETERBUKAAN DIRI DALAM HUBUNGAN PERTEMANAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGGUNAAN LOVE LANGUAGE DAN KETERBUKAAN DIRI DALAM HUBUNGAN PERTEMANAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA


Pengarang

MUNAWARAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Febri Nurrahmi - 198802242015042002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2210102010087

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)


Love language merupakan salah satu bentuk mengekspresikan kasih sayang yang banyak muncul dalam hubungan pertemanan mahasiswa di era modern saat ini. Love language tidak hanya berfungsi sebagai cara mengekspresikan perhatian, tetapi juga memengaruhi kenyamanan emosional individu, yang pada akhirnya berdampak pada proses keterbukaan diri. Keterbukaan diri merupakan proses pengungkapan informasi personal, perasaan, dan pengalaman kepada orang lain sesuai dengan tingkat kedekatan hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan love language dan keterbukaan diri dalam hubungan pertemanan pada mahasiswa Universitas Syiah. Penelitian ini menggunakan teori penetrasi sosial yang dikemukakan oleh Altman dan Taylor. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif eksplanatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur yang dilakukan dengan enam orang mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang menerapkan love language dalam pertemanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan love language berperan dalam meningkatkan keterbukaan diri dalam hubungan pertemanan mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Words of affirmation dan quality time muncul sebagai love language yang paling dominan, sedangkan receiving gift yang paling tidak dominan. Dalam keterbukaan diri, love language berperan pada aspek amount of disclosure sedangkan pada aspek honesty and accuracy penggunaan love language tidak memiliki peran yang begitu besar.
Kata kunci: love language, keterbukaan diri, hubungan pertemanan, mahasiswa

Love language is one form of expressing affection that is increasingly found in student friendships in the modern era. It functions not only as a way to express care and attention, but also influences individuals’ emotional comfort, which in turn affects the process of self-disclosure. Self-disclosure refers to the process of revealing personal information, feelings, and experiences to others in accordance with the level of relational closeness. This study aims to examine the relationship between the use of love language and self-disclosure in friendships among students of Universitas Syiah Kuala. The research is based on Social Penetration Theory proposed by Altman and Taylor. An explanatory qualitative method was employed in this study. Data were collected through semi-structured interviews conducted with six students of Universitas Syiah Kuala who apply love languages in their friendships. The results indicate that the use of love language plays a role in enhancing self-disclosure in student friendships at Universitas Syiah Kuala. Words of affirmation and quality time emerged as the most dominant love languages, while receiving gifts was the least dominant. In terms of self-disclosure, love language plays a role in the amount of disclosure, whereas its role in the dimensions of honesty and accuracy is relatively limited. Keywords: love language, self-disclosure, friendship relationships.

Citation



    SERVICES DESK