<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713725">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SISTEM KERJA FLEKSIBEL TERHADAP KINERJA ASN KEMENTERIAN KEUANGAN:</title>
  <subTitle>PERAN MEDIASI KETERIKATAN KERJA DAN MODERASI WORK-LIFE BOUNDARY CHARACTERISTICS</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anita Pratiwi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Manajemen</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebijakan Sistem Kerja Fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara merupakan terobosan tata kelola kepegawaian yang lahir sebagai respons terhadap disrupsi pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Kajian ini bertujuan menguji dampak penerapan Sistem Kerja Fleksibel terhadap capaian kinerja ASN di lingkungan Kementerian Keuangan, dengan mengintegrasikan keterikatan kerja sebagai variabel mediasi serta work-life boundary characteristics sebagai variabel moderasi. Pengujian model dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) yang dioperasionalkan melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil analisis mengungkapkan bahwa Sistem Kerja Fleksibel terbukti memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap capaian kinerja maupun derajat keterikatan kerja ASN. Keterikatan kerja pun memperlihatkan pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja sekaligus berperan sebagai mediator yang aktif dalam rantai pengaruh antara fleksibilitas kerja dan performa pegawai. Selain itu, work-life boundary characteristics juga terbukti berkontribusi signifikan terhadap kinerja. Akan tetapi, variabel tersebut tidak mampu memoderasi pengaruh Sistem Kerja Fleksibel, baik terhadap keterikatan kerja maupun kinerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja akibat penerapan fleksibilitas kerja berlangsung secara langsung maupun tersalurkan melalui penguatan keterikatan kerja pegawai. Dari sisi implikasi praktis, optimalisasi Sistem Kerja Fleksibel memerlukan penetapan sasaran kerja berbasis output yang terukur, mekanisme pemantauan dan evaluasi yang berjalan konsisten, serta program penguatan keterikatan pegawai secara berkelanjutan. Untuk agenda riset ke depan, disarankan agar peneliti mengeksplorasi variabel moderasi yang lebih kontekstual, seperti dukungan pimpinan langsung, iklim budaya organisasi, intensitas beban kerja, maupun gaya kepemimpinan transformasional.&#13;
&#13;
Kata kunci: Sistem Kerja Fleksibel, Keterikatan Kerja, Work-Life Boundary Characteristics, Kinerja Pegawai, ASN.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713725</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-13 12:59:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-13 15:10:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>