ANALISIS PERILAKU MENYAKITI DIRI SENDIRI (NON SUICIDAL SELF-INJURY) PADA REMAJA DI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERILAKU MENYAKITI DIRI SENDIRI (NON SUICIDAL SELF-INJURY) PADA REMAJA DI ACEH


Pengarang

Aulia Jihadah Rahman - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Novita Sari - 198711232019032014 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1907101130057

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Masa remaja merupakan fase transisi yang sarat dengan tekanan sosial
emosional, sehingga berisiko memunculkan emosi negatif yang dapat berujung
pada Non Suicidal Self-Injury (NSSI), yaitu perilaku menyakiti diri secara sengaja
tanpa niat bunuh diri yang banyak ditemukan pada remaja. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan karakteristik perilaku NSSI pada remaja dan dewasa awal
di Aceh dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berdesain cross-sectional.
Sebanyak 81 sampel penelitian berusia 12–21 tahun dengan riwayat NSSI
dilibatkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Non
Suicidal Self-Injury Assessment Tool (NSSI-AT) dan dianalisis secara deskriptif
serta inferensial melalui uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa bentuk NSSI yang paling dominan adalah perilaku yang
melibatkan kerusakan kulit secara langsung, terutama dilakukan oleh sampel
penelitian berusia 15-19 tahun. Motivasi awal perilaku ini sebagian besar
bersumber dari faktor intrapersonal. Selain itu, mayoritas sampel penelitian tidak
melakukan pengungkapan terhadap perilaku NSSI dan belum pernah menjalani
terapi maupun pengobatan terkait. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa
perilaku NSSI tidak memiliki hubungan signifikan dengan faktor sosiodemografi.
Temuan penelitian ini menegaskan bahwa perialku menyatikit diri (Non Suicidal
Self-Injury) merupakan masalah kesehatan mental yang kompleks, dipengaruhi
oleh berbagai faktor di luar karakteristik demografis.

Kata kunci: Aceh, Non-Suicidal Self-Injury, NSSI, Remaja

Adolescence is a transitional period characterized by various social and emotional pressures, which may lead to negative emotions and increase the risk of engaging in Non-Suicidal Self-Injury (NSSI). NSSI refers to deliberate self-inflicted harm without suicidal intent and is commonly found among adolescents. This study aimed to describe the characteristics of NSSI behavior among adolescents and young adults in Aceh using a quantitative cross-sectional design. A total of 81 participants aged 12–21 years with a history of NSSI were involved in this study. Data were collected using the Non-Suicidal Self-Injury Assessment Tool (NSSI AT) and analyzed using descriptive and inferential statistics, including the Chi Square test and Fisher’s Exact Test. The results showed that the most dominant form of NSSI involved direct damage to the skin, primarily reported by participants aged 15–19 years. The initial motivations for this behavior were mostly derived from intrapersonal factors. In addition, the majority of participants did not disclose their NSSI behavior and had never sought therapy or treatment related to it. Furthermore, the results indicated that NSSI behavior was not significantly associated with sociodemographic factors. These findings highlight that Non Suicidal Self-Injury is a complex mental health issue influenced by various factors beyond demographic characteristics. Keywords: Aceh, Non-Suicidal Self-Injury, NSSI, Adolescents

Citation



    SERVICES DESK