<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713703">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS FASIES AIRTANAH BERDASARKAN DATA HIDROGEOKIMIA DI KECAMATAN SAWANG, KABUPATEN ACEH UTARA, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nazhrifa Nayla</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daerah penelitian secara administratif terletak di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, dengan luas 24 km², pada koordinat 5°4’45,17” – 5°7’59,66” LU dan 96°53’10,44” – 96°55’19,52” BT. Berdasarkan peta geologi Lhokseumawe, daerah ini tersusun atas Formasi Julurayeu (QTjr) dan Satuan Tuan (QTvtu) berumur Pliosen–Plistosen, serta endapan permukaan (Qh) berumur Holosen. Variasi karakteristik batuan menjadikan daerah ini tepat untuk pemetaan geologi dan berpengaruh terhadap variasi kimia airtanah akibat interaksi dengan media penyimpanan seperti batuan, tanah, dan pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi di daerah penelitian yang didapat dari pemetaan geologi dan untuk mengetahui hubungan antara kondisi geologi dengan fasies airtanah. Metode penelitian yang digunakan adalah pemetaan geologi, analisis petrografi, pengukuran stratigrafi, dan metode diagram Stiff dan diagram Piper berdasarkan data parameter kimia airtanah. Hasil pemetaan gelogi didapat 58 titik lokasi singkapan, 5 satuan batuan, yaitu Satuan Batupasir Karbonatan Julurayeu, Satuan Batulanau Pasiran Perlapisan Konglomerat Julurayeu, Satuan Batuan Andesit Tuan, Satuan Batuan Tuff Tuan, dan Satuan Endapan Alluvium. Hasil analisis geomorfologi didapat 4 satuan bentang alam, yaitu Satuan Dataran dan Kaki Lereng Fluvial Gunung Api Atas  (V8), Satuan Dataran Landai (D5), Satuan Tubuh Sungai (F1), dan Satuan Point Bar (F4). Berdasarkan hasil analisis Diagram Stiff dan Diagram Piper, didapatkan hasil pada sampel S3, S14, S20, S23, dan S25 merupakan airtanah tipe magnesium bikarbonat (Mg-HCO3), yang berasal dari pelapukan mineral silikat yang mengandung kalsium dan magnesium, seperti piroksen dan plagioklas dan terbentuk dari reaksi karbon dioksida terlarut dengan mineral batuan. Pada sampel S30 merupakan airtanah tipe natrium bikarbonat (Na+K-HCO3), yang berasal dari proses pelapukan lanjutan mineral batuan dan pertukaran ion selama interaksi airtanah dengan akuifer dan tetap terbentuk dari reaksi karbonasi, yang menunjukkan airtanah telah mengalami evolusi kimia pada zona aliran lanjut.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713703</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-13 11:19:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-13 11:23:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>