<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713679">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN FENOLIK EKSTRAK BIJI SAGA (ADENANTHERA PAVONINA) SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN METODE DPPH DAN ABTS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yenni Yendriani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peningkatan paparan stres oksidatif berperan penting dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif, sehingga diperlukan sumber antioksidan alami yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan ekstrak biji saga serta mengevaluasi hubungannya dengan kandungan fenolik total secara in vitro menggunakan metode DPPH dan ABTS serta membandingkan efektivitas ekstraksi menggunakan pelarut etanol dan metanol 95% terhadap kemampuan penangkapan radikal bebas. Penelitian menggunakan rancangan eksperimental in vitro dengan pendekatan kuantitatif. Sampel biji saga diekstraksi melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol dan metanol 95%. Aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan persentase inhibisi dan nilai IC₅₀ menggunakan metode DPPH dan ABTS, sedangkan kandungan fenolik total dianalisis dengan metode Folin Ciocalteu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji saga memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Ekstrak metanol pada aktivitas antioksidan DPPH menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 86,43 ppm, sedangkan ekstrak etanol sebesar 99,11 ppm. Hasil pada uji ABTS ekstrak metanol nilai IC₅₀ 54,07 ppm, dan ekstrak etanol nilai IC₅₀ sebesar 72,41. Terdapat hubungan kuat antara aktivitas antioksidan dengan kandungan fenolik total. Hal ini mengindikasikan bahwa biji saga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami yang aplikatif, terutama dalam bidang pangan fungsional dan farmasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713679</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-13 10:33:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-13 10:35:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>