Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN NON-SUICIDAL SELF-INJURY PADA MAHASISWA DI BANDA ACEH
Pengarang
FADIA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Novita Sari - 198711232019032014 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2107101130088
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) merupakan perilaku melukai diri tanpa niat bunuh diri yang semakin mengkhawatirkan di kalangan mahasiswa. NSSI menjadi fenomena yang sering terjadi di kalangan mahasiswa akhir-akhir ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan NSSI pada mahasiswa di Banda Aceh. Partisipan berjumlah 100 mahasiswa program sarjana (S-1) di Banda Aceh yang pernah melakukan NSSI. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik kuota sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Centrality of Religiosity Scale (CRS) untuk mengukur religiusitas dan Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) untuk mengukur NSSI. Analisis data menggunakan korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi r = -0,214 dengan nilai signifikansi p = 0,032 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif antara religiusitas dan NSSI pada mahasiswa di Banda Aceh. Sebanyak 73% partisipan berada pada kategori sangat religius. Metode NSSI yang paling sering dilaporkan adalah mencubit anggota tubuh dan menjambak rambut, masing-masing dilakukan oleh 78 partisipan (11,96%). Fungsi NSSI yang paling dominan adalah affect regulation. Temuan ini mengindikasikan bahwa religiusitas berkaitan dengan kecenderungan NSSI yang lebih rendah pada mahasiswa, namun kekuatan hubungan yang lemah menunjukkan adanya faktor lain yang turut berperan dalam perilaku NSSI.
Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) is a behavior of self-harm without suicidal intent that is increasingly worrying among students. This study aims to determine the relationship between religiosity and NSSI among students in Banda Aceh. The participants consisted of 100 undergraduate students in Banda Aceh who had committed NSSI. This study was conducted using quantitative research methods with quota sampling techniques. Data collection was carried out using the Centrality of Religiosity Scale (CRS) to measure religiosity and the Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) to measure NSSI. Data analysis was performed using Spearman's correlation. The results of the analysis showed a correlation coefficient of r = -0.214 with a significance value of p = 0.032 (p < 0.05). These results indicate a negative relationship between religiosity and NSSI among students in Banda Aceh. A total of 73% of participants were in the very religious category. The most frequently reported NSSI methods were pinching body parts and pulling hair, each performed by 78 participants (11.96%). The most dominant function of NSSI was affect regulation. These findings indicate that religiosity is associated with a lower tendency for NSSI among students, but the weak strength of the relationship suggests that other factors also play a role in NSSI behavior.
ANALISIS PERILAKU MENYAKITI DIRI SENDIRI (NON SUICIDAL SELF-INJURY) PADA REMAJA DI ACEH (Aulia Jihadah Rahman, 2026)
HUBUNGAN ANTARA SELF-COMPASSION DENGAN NONSUICIDAL SELF-INJURY PADA REMAJA (Annisa Az Zahra, 2023)
HUBUNGAN MINDFULNESS DENGAN NON-SUICIDAL SELF-INJURY PADA USIA DEWASA AWAL (HASIANI, 2025)
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN SIKAP TERHADAP HOMOSEKSUAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Annisa Farahdina H, 2017)
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN GAYA HIDUP HEDONISME PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA (ARDILLA SAPUTRI, 2015)