<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713595">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN NON-SUICIDAL SELF-INJURY  PADA MAHASISWA DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FADIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) merupakan perilaku melukai diri tanpa niat bunuh diri yang semakin mengkhawatirkan di kalangan mahasiswa. NSSI menjadi fenomena yang sering terjadi di kalangan mahasiswa akhir-akhir ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan NSSI pada mahasiswa di Banda Aceh. Partisipan berjumlah 100 mahasiswa program sarjana (S-1) di Banda Aceh yang pernah melakukan NSSI. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik kuota sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Centrality of Religiosity Scale (CRS) untuk mengukur religiusitas dan Inventory of Statements About Self-Injury (ISAS) untuk mengukur NSSI. Analisis data menggunakan korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi r = -0,214 dengan nilai signifikansi p = 0,032 (p &lt; 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif antara religiusitas dan NSSI pada mahasiswa di Banda Aceh. Sebanyak 73% partisipan berada pada kategori sangat religius. Metode NSSI yang paling sering dilaporkan adalah mencubit anggota tubuh dan menjambak rambut, masing-masing dilakukan oleh 78 partisipan (11,96%). Fungsi NSSI yang paling dominan adalah affect regulation. Temuan ini mengindikasikan bahwa religiusitas berkaitan dengan kecenderungan NSSI yang lebih rendah pada mahasiswa, namun kekuatan hubungan yang lemah menunjukkan adanya faktor lain yang turut berperan dalam perilaku NSSI.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713595</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-10 21:54:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-13 09:19:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>