HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI KELUARGA DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH DARI KELUARGA NELAYAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    KARYA KERJA ILMIAH

HUBUNGAN ANTARA RESILIENSI KELUARGA DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH DARI KELUARGA NELAYAN


Pengarang

Gustriani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Marty Mawarpury - 198203132008012008 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1907101130017

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : .,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Resiliensi keluarga dipandang sebagai kemampuan sistem keluarga untuk beradaptasi, bertahan, dan bangkit kembali dari situasi penuh tekanan, sehingga memungkinkan keluarga tetap menjalankan fungsi dukungan terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi keluarga dengan motivasi belajar pada siswa sekolah menengah dari keluarga nelayan di Kecamatan Singkil Utara. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan jumlah responden 100 siswa/I sekolah menengah, berusia 11–19 tahun, yang orangtua/walinya berprofesi sebagai nelayan. Resiliensi keluarga diukur menggunakan The Walsh Family Resilience Questionnaire versi
Bahasa Indonesia (WFRQ-IDN) yang diadaptasi oleh Novianti et al. (2024), sedangkan motivasi belajar diukur menggunakan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) oleh Pintrich dan De Groot (1990). Data dianalisis
menggunakan korelasi Pearson Product-Moment yang menunjukkan r=0,338 (p

Family resilience is viewed as the ability of the family system to adapt, survive, and bounce back from stressful situations, enabling the family to continue to support their children's development. This study aims to determine the relationship between family resilience and learning motivation among secondary school students from fishing families in North Singkil District. The study used a correlational quantitative design with 100 secondary school students aged 11–19 years whose parents/guardians worked as fishermen as respondents. Family resilience was measured using the Indonesian version of the Walsh Family Resilience Questionnaire (WFRQ-IDN) adapted by Novianti et al. (2024), while learning motivation was measured using the Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) by Pintrich and De Groot (1990). The data were analyzed using Pearson Product-Moment correlation, which showed r=0.338 (p

Citation



    SERVICES DESK