<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713579">
 <titleInfo>
  <title>FENOMENA PATRON-KLIEN PASCA PEMILIHAN LEGISLATIF TAHUN 2024 PADA DAPIL 1 KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Rizky Akbar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemilihan umum merupakan instrumen utama demokrasi untuk menyalurkan kedaulatan rakyat, namun praktik demokrasi elektoral di tingkat lokal masih kerap diwarnai oleh relasi patronase dan klientelisme. Pada Pemilu Legislatif 2024 di Kabupaten Aceh Selatan, hubungan antara calon legislatif dan pemilih tidak hanya berbasis program, tetapi juga dibentuk oleh kedekatan sosial, jaringan lokal, serta pertukaran sumber daya yang berlanjut hingga pasca pemilu. Kondisi ini menunjukkan  adanya  pola  hubungan  patron–klien  yang  membentuk  loyalitas politik  serta memengaruhi cara representasi serta distribusi manfaat politik  di tingkat daerah. Tujuan penelitian  ini adalah untuk  mengetahui pola hubungan patron- klien pasca pemilihan legislatif tahun 2024 pada dapil 1 kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan teori patron-klien dan konsep klientelisme. Metode penelitian ini adalah kualititatif. Hasil ini menemukan bahwa relasi patron–klien dalam Pemilihan Legislatif 2024 di Dapil 1 Aceh Selatan terbentuk melalui empat pola utama, yaitu pertukaran sumber daya, kedekatan personal dan loyalitas, peran broker politik, serta keberlanjutan hubungan pasca pemilu. Relasi tersebut bersifat personalistik dan berjangka panjang, di mana dukungan politik dibangun dan dipelihara melalui jaringan sosial lokal, kehadiran sosial kandidat, serta pemenuhan  ekspektasi timbal balik  antara wakil rakyat dan  masyarakat. Disamping itu, Fenomena klientelisme dalam Pemilihan Legislatif 2024 di Dapil 1&#13;
Aceh   Selatan   menunjukkan   bahwa  pertukaran   politik   berlangsung   melalui distribusi  manfaat  partikularistik  berupa  bantuan  kelompok  (club  goods)  dan&#13;
proyek pembangunan berbasis anggaran (pork barrel projects) yang dilegitimasi secara sosial dan institusional melalui relasi patron–klien, jaringan perantara lokal, serta mekanisme formal representasi. Saran penelitian ini menegaskan agar calon legislatif dan partai politik memperkuat pendekatan programatik, sementara masyarakat meningkatkan literasi serta sikap kritis dalam menilai wakil rakyat berdasarkan rekam jejak dan dampak kebijakan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Patron-Klien, Pemilu Legislatif, Dapil 1 Aceh Selatan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713579</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-10 16:05:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-10 16:11:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>