<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713483">
 <titleInfo>
  <title>KREASI TAS MENGGUNAKAN MOTIF MATO-MATO DALAM MENINGKATKAN MINAT REMAJA TERHADAP MOTIF TRADISIONAL SIMEULUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ACHWATUL NABILA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Motif mato-mato dari Simeulue memiliki nilai budaya dan keunikan visual, namun&#13;
pemanfaatannya pada desain tas modern masih terbatas, sehingga diperlukan&#13;
pengembangan tas bermotif mato-mato sebagai upaya pelestarian budaya yang&#13;
relevan dengan selera remaja masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain&#13;
dan mengaplikasikan motif mato-mato pada produk tas serta mengukur minat dan&#13;
respons remaja terhadap penggunaan motif tradisional tersebut sebagai upaya&#13;
pelestarian budaya Simeulue. Sampel penelitian merupakan siswa dan siswi SMP&#13;
Negeri 11 Banda Aceh dengan jumlah sampel sebanyak 75 responden yang&#13;
ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan total populasi sebanyak 297 siswa/i.&#13;
Penelitian diawali dengan proses perancangan desain tas yang disesuaikan dengan&#13;
karakteristik remaja, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan dua produk tas, yaitu&#13;
sling bag dan tas ransel, yang menerapkan motif mato-mato menggunakan teknik&#13;
patchwork. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner menggunakan skala&#13;
Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor produk A sebesar&#13;
77,38% dan produk B sebesar 82,40%, yang secara umum berada pada kategori&#13;
“Hampir Sepenuhnya”. Tas ransel memperoleh skor persentase yang lebih tinggi&#13;
dibandingkan sling bag, terutama pada aspek fungsi, kenyamanan, dan potensi&#13;
pengembangan produk. Hasil ini menunjukkan bahwa penggabungan motif&#13;
tradisional mato-mato dengan desain tas modern mampu meningkatkan minat&#13;
remaja terhadap motif tradisional Simeulue. Dengan demikian, kreasi tas bermotif&#13;
mato-mato dapat menjadi media pelestarian budaya yang efektif melalui produk&#13;
fungsional yang sesuai dengan kebutuhan dan selera remaja masa kini.&#13;
Kata kunci : Motif Mato-Mato, Kreasi Tas, Patchwork, Minat Remaja, Motif&#13;
Tradisional Simeulue.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713483</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-09 19:26:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-10 08:59:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>