<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713425">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA INDEKS CASTELLI RISK II DENGAN DERAJAT KEPARAHAN STENOSIS BERDASARKAN SKOR GENSINI PADA PENYAKIT JANTUNG KORONER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aidil Fadly</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>HUBUNGAN ANTARA INDEKS CASTELLI RISK II DENGAN DERAJAT KEPARAHAN STENOSIS BERDASARKAN SKOR GENSINI PADA PENYAKIT JANTUNG KORONER&#13;
Latar Belakang: Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kardiovaskular. Derajat keparahan stenosis arteri koroner dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko metabolik, salah satunya dislipidemia. Indeks Castelli Risk II (ICR II), yang merupakan rasio antara kolesterol LDL dan HDL, dianggap mampu mencerminkan keseimbangan lipid aterogenik dan antiaterogenik. Namun, hubungan antara ICR II dan derajat keparahan stenosis arteri koroner berdasarkan skor Gensini masih belum banyak diteliti, khususnya di Indonesia.&#13;
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara Indeks Castelli Risk II dengan derajat keparahan stenosis arteri koroner berdasarkan skor Gensini pada pasien penyakit jantung koroner.&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan di Instalasi Kateterisasi Jantung RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada bulan Juli–November 2025. Subjek penelitian berjumlah 93 pasien PJK yang menjalani angiografi koroner. Data diperoleh dari rekam medis dan pemeriksaan laboratorium. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda.&#13;
Hasil: Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara ICR II dan skor Gensini (r = −0,119; p = 0,545). Namun, analisis multivariat menunjukkan bahwa ICR II merupakan faktor risiko independen yang berhubungan dengan stenosis berat (aOR = 3,90; 95% CI: 1,55–9,85; p = 0,004). Faktor lain yang berhubungan signifikan adalah usia ≥ 60 tahun, jenis kelamin laki-laki, dan diabetes melitus.&#13;
Kesimpulan: Indeks Castelli Risk II berhubungan secara independen dengan derajat keparahan stenosis arteri koroner berdasarkan skor Gensini pada pasien penyakit jantung koroner setelah dilakukan analisis multivariat. Parameter ini berpotensi digunakan sebagai alat stratifikasi risiko tambahan dalam praktik klinis.&#13;
Kata kunci: Indeks Castelli Risk II, Skor Gensini, Penyakit Jantung Koroner, Stenosis Koroner.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713425</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-09 12:12:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-09 14:37:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>