Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
SUARA AZAN DAN LONCENG GEREJA KARYA A. HASJMY.
Pengarang
Dera Ovinna Galingging - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1906102010024
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral serta penyampaian nilai moral yang terdapat dalam novel Suara Azan dan Lonceng Gereja karya A. Hasjmy. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa nilai-nilai moral yang terkandung dalam peristiwa-peristiwa yang terdapat dalam novel Suara Azan dan Lonceng Gereja karya A. Hasjmy. Subjek penelitian ini adalah 222 peristiwa dari 118 halaman novel Suara Azan dan Lonceng Gereja karya A Hasjmy. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan berlandaskan teori nilai moral menurut Partiwintaro serta teori penyampaian nilai moral menurut Nurgiyantoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Suara Azan dan Lonceng Gereja karya A. Hasjmy terdapat 120 nilai moral yang diklasifikasikan ke dalam empat jenis hubungan nilai moral, yaitu: (1) hubungan manusia dengan dirinya sendiri sebanyak 45 nilai moral; (2) hubungan manusia dengan sesama manusia sebanyak 53 nilai moral; (3) hubungan manusia dengan alam semesta sebanyak 5 nilai moral; dan (4) hubungan manusia dengan Tuhan sebanyak 17 nilai moral. Nilai moral hubungan manusia dengan sesama manusia merupakan nilai yang paling dominan, sedangkan nilai moral hubungan manusia dengan alam semesta merupakan nilai yang paling sedikit ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa pengarang lebih menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan sosial dalam membangun cerita, meskipun nilai religius tetap menjadi landasan penting dalam perkembangan tokoh. Selain itu, penyampaian nilai moral dalam novel ini dilakukan melalui dua cara, yaitu secara langsung (telling) dan secara tidak langsung (showing). Penyampaian secara langsung ditampilkan melalui dialog dan narasi yang secara eksplisit mengandung ajaran moral, sedangkan penyampaian secara tidak langsung disampaikan melalui tindakan, sikap, dan peristiwa yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam cerita. Dengan demikian, novel Suara Azan dan Lonceng Gereja karya A. Hasjmy mengandung nilai moral yang relevan dengan kehidupan masyarakat serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran sastra dan pendidikan karakter.
This study aims to describe the types of moral values and the ways those values are conveyed in the novel Suara Azan dan Lonceng Gereja by A. Hasjmy. This research uses a qualitative descriptive method. The data in this study consist of moral values contained in the events found in the novel Suara Azan dan Lonceng Gereja by A. Hasjmy. The subject of this research is 222 events taken from 118 pages of the novel. Data collection was carried out using the reading and note-taking technique. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing based on the theory of moral values by Partiwintaro and the theory of moral value presentation by Nurgiyantoro. The results of the study show that the novel contains 120 moral values classified into four types of moral relationships: (1) human relationship with oneself, consisting of 45 moral values; (2) human relationship with others, consisting of 53 moral values; (3) human relationship with the universe, consisting of 5 moral values; and (4) human relationship with God, consisting of 17 moral values.The moral values related to human relationships with others are the most dominant, while those related to the universe are the least frequently found. This indicates that the author emphasizes humanitarian and social values in constructing the story, although religious values remain an important foundation in the development of the characters. In addition, the delivery of moral values in the novel is carried out in two ways: directly (telling) and indirectly (showing). Direct delivery appears through dialogue and narration that explicitly contain moral teachings, while indirect delivery is conveyed through the actions, attitudes, and events experienced by the characters. Therefore, the novel Suara Azan dan Lonceng Gereja by A. Hasjmy contains moral values that are relevant to social life and can be used as material for literary learning and character education.
UNSUR BUDAYA DALAM NOVEL KARYA A. HASJMY (KAJIAN POSTKOLONIALISME) (MAWADDAH, 2018)
PENGUKURAN TINGKAT KEKERASAN DAN KEJELASAN SUARA AZAN DILINGKUNGAN MASJID RAYA BAITURRAHMAN (AHMAD MUHAJIR, 2020)
DETEKSI ANTIBODI TERHADAP VIRUS AVIAN INFLUENZA (AI) SUBTIPE H5N1 PADA BURUNG GEREJA (PASSER MONTANUS) DI KECAMATAN DARUSSALAM (Kharisma Widia R, 2019)
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KUMPULAN CERPEN LONCENG CAKRA DONYA (Rafikah, 2015)
ANALISIS BAHASA FIGURATIF DALAM KUMPULAN PUISI MEMBACA SUARA-SUARA KARYA MOHD. HARUN AL RASYID (Chairul Huda Alma, 2018)