<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713349">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  TRANSFORMASI BUDAYA TRADISIONAL ACEH  DALAM KEBIJAKAN PUBLIK  (STUDI IMPLEMENTASI QANUN SYARIAT ISLAM TERKAIT GAYA HIDUP, ROKOK, DAN PAKAIAN DI GAMPONG PINEUNG, BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>JAINURSUMARMI KEVYN ALENTA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kajian ini Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya integrasi budaya &#13;
tradisional Aceh dalam kebijakan publik, khususnya melalui implementasi Qanun &#13;
Syariat Islam terkait gaya hidup, rokok, dan pakaian di Gampong Pineung, Banda &#13;
Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai adat &#13;
seperti religiusitas, musyawarah, dan kolektivitas diinternalisasi dalam perumusan &#13;
kebijakan publik serta menilai efektivitas pelaksanaannya di tingkat lokal. Metode &#13;
penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui &#13;
wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan &#13;
bahwa budaya tradisional Aceh memberikan legitimasi sosial dan moral terhadap &#13;
kebijakan publik, sehingga kebijakan tidak hanya bersifat administratif tetapi juga &#13;
mencerminkan identitas masyarakat; selain itu, ditemukan tren penurunan &#13;
pelanggaran syariat dari tahun 2023 hingga 2025 meskipun tantangan tetap ada &#13;
berupa arus modernisasi, pergeseran perilaku generasi muda, dan kendala ekonomi. &#13;
Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan publik di Aceh &#13;
bergantung pada kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga &#13;
keseimbangan antara pelestarian nilai budaya tradisional dengan tuntutan &#13;
modernisasi, sehingga kebijakan berbasis budaya lokal dapat memperkuat identitas &#13;
kolektif sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. &#13;
Kata Kunci: Transformasi Budaya, Kebijakan Publik, Qanun Syariat Islam, &#13;
Implementasi Kebijakan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PUBLIC POLICY</topic>
 </subject>
 <classification>320.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713349</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-08 14:31:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-08 15:19:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>