<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713323">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL BERLENGAN EMPAT (STUDI KASUS PADA PERSIMPANGAN JEMBATAN COT IRI - BLANG BINTANG)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. AZRIEL SURIANSYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Persimpangan Jembatan Cot Iri - Blang Bintang merupakan simpang tak bersinyal berlengan empat yang mempertemukan Jl. Teuku Iskandar, Jl. Tgk. Bakurma, dan Jl. Tengku Hasan di Desa Bakoy, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Simpang ini menjadi salah satu akses penting menuju Bandara Sultan Iskandar Muda dan Jalan Tol Sigli-Banda Aceh, sehingga arus lalu lintas yang melintas cukup tinggi, terutama pada jam sibuk. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi kinerja simpang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tak bersinyal pada kondisi eksisting, memproyeksikan kinerja simpang dalam lima tahun mendatang, serta menentukan alternatif penanganan yang tepat untuk meningkatkan kinerja simpang. Analisis dilakukan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Data volume lalu lintas diperoleh melalui survei manual selama tiga hari, yaitu dua hari kerja dan satu hari libur (Senin, Kamis, dan Minggu). Berdasarkan hasil survei, volume tertinggi terjadi pada Senin, 24 November 2025 pukul 17.00-18.00 WIB sebesar 2.333 smp/jam, dengan kapasitas eksisting 2.356 smp/jam, derajat kejenuhan (DJ) 0,99, tundaan (T) 19,01 det/smp, dan peluang antrian (Pa) 39,36%-77,84%. Pada proyeksi lima tahun mendatang, nilai DJ meningkat menjadi 1,18 yang menunjukkan bahwa simpang berada pada kondisi jenuh dan melampaui batas DJ ≤ 0,85. Alternatif pelebaran pendekat pada jalan minor meningkatkan kapasitas menjadi 2.701 smp/jam dengan DJ 1,03, namun penurunannya belum signifikan. Sementara itu, perubahan menjadi simpang tak sebidang melalui pembangunan underpass pada jalan minor menghasilkan kapasitas 2.083 smp/jam pada ruas minor dan 3.198 smp/jam pada simpang atas, dengan DJ masing-masing 0,60 dan 0,49, sehingga memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan alternatif pelebaran.&#13;
&#13;
Kata Kunci : simpang tak bersinyal, derajat kejenuhan, tundaan, PKJI 2023, underpass.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713323</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-08 11:41:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-08 11:46:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>