PENINGKATAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN MENGGUNAKAN MOZAIK BIJI-BIJIAN DI PAUD BUNGONG SEURUNE ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENINGKATAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN MENGGUNAKAN MOZAIK BIJI-BIJIAN DI PAUD BUNGONG SEURUNE ACEH BESAR


Pengarang

MELIA SAUMI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Bahrun - 195908241987021001 - Dosen Pembimbing I
Siti Naila Fauzia - 198910302019032012 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106104210080

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / PG PAUD (S1) / PDDIKTI : 86207

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

370.155

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan ditemukan permasalahan dalam peningkatan
motorik halus anak usia 5-6 tahun di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar, dalam
kegiatan meniru bentuk garis putus-putus dan pada kegiatan menempel. Pada usia
5-6 tahun, menurut Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) anak
sudah dapat melakukan meniru bentuk dan menempel gambar dengan tepat. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motorik halus anak usia 5-
6 tahun menggunakan mozaik biji-bijian di PAUD Bungong Seurune Aceh Besar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, yaitu setiap siklus mencakup 4
tahapan dengan jumlah subjek 10 orang anak. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui observasi terhadap aktivitas guru dan peningkatan motorik halus anak.
Simpulan dari penelitian ini yang telah dilakukan dari siklus I dan siklus II dalam
peningkatan motorik halus anak usia 5-6 tahun menggunakan mozaik biji-bijian di
PAUD Bungong Seurune Aceh Besar dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: 1)
guru memperkenalkan tema dan subtema, 2) guru menyiapkan media biji-bijian
yang digunakan, 3) guru mengenalkan dan menanyakan jenis biji-bijian kepada
anak, 4) guru memberitahu Langkah-langkah penggunaan media biji-bijian, 5) guru
meminta anak meniru bentuk dan menempelkan biji-bijian pada gambar atau pola,
6) guru menanyakan perasaan anak setelah melakukan kegiatan mozaik biji-bijian.
Setelah dilakukan Tindakan sebanyak 2 siklus dapat memperoleh hasil bahwa
terdapat 7 orang anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH),
dan 3 orang anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB).
Kata Kunci: motorik halus, mozaik biji-bijian, anak usia dini

This study was motivated by the identification of problems in the development of fine motor skills among children aged 5–6 years at PAUD Bungong Seurune (Bungong Seurune Preschool), Aceh Besar, particularly in activities involving tracing dotted-line shapes and pasting. At the age of 5–6 years, according to the Standards for the Level of Achievement of Child Development (STPPA), children are expected to be able to imitate shapes and paste images accurately. Therefore, this study aimed to examine the improvement of fine motor skills of children aged 5–6 years through the use of seed mosaic activities at PAUD Bungong Seurune, Aceh Besar. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design, conducted in two cycles, each consisting of four stages. The study subjects were 10 children. Data were collected through observations of teacher activities and the children’s fine motor skill development. The findings from Cycle I and Cycle II indicate that the improvement of fine motor skills was achieved through several instructional stages, namely: (1) the teacher introducing the theme and subtheme; (2) the teacher preparing the seed-based learning media; (3) the teacher introducing and asking children about the types of seeds; (4) the teacher explaining the steps for using the seed media; (5) the teacher asking children to imitate shapes and paste the seeds onto pictures or patterns; and (6) the teacher asking children about their feelings after participating in the seed mosaic activity. After implementing actions across two cycles, the results showed that seven children reached the Developing as Expected (Berkembang Sesuai Harapan/BSH) category. At the same time, three achieved the Very Well Developed (Berkembang Sangat Baik/BSB) category. Keywords: fine motor skills, seed mosaic, early childhood

Citation



    SERVICES DESK