<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713233">
 <titleInfo>
  <title>DETERMINAN SOSIODEMOGRAFI TERHADAP STATUS NEET (NOT IN EDUCATION, EMPLOYMENT, OR TRAINING) DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmad Hidayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tingkat NEET (Not in Education, Employment, or Training) di Indonesia tetap tinggi di atas 20 persen sejak tahun 2018, mencerminkan potensi hilangnya sumber daya manusia produktif serta risiko sosial-ekonomi yang perlu ditangani secara mendasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan sosiodemografi yang memengaruhi status NEET pada pemuda usia 15–24 tahun di Indonesia, dengan fokus pada perbedaan antara wilayah perkotaan dan perdesaan serta mengeksplorasi peran faktor sosial-digital yang belum banyak dikaji dalam literatur sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) tahun 2023 dengan sampel 158.816 pemuda berusia 15–24 tahun. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi logistik biner untuk menguji pengaruh variabel individu (usia, jenis kelamin, status perkawinan, disabilitas, pendidikan), rumah tangga (pendidikan dan status perkawinan kepala rumah tangga), variabel sosial-digital (akses teknologi, partisipasi dalam program pemerintah seperti Kartu Prakerja dan PKH), serta variabel geografis (klasifikasi wilayah) terhadap kemungkinan seseorang menjadi NEET. Penelitian ini mengungkap bahwa fenomena NEET (pemuda yang tidak bersekolah, tidak berkerja, dan tidak mengikuti pelatihan) di Indonesia merupakan persoalan serius dan multidimensi. angkanya mencapai sekitar 24,3 persen, dengan faktor-faktor sosiodemografi memberikan pengaruh kuat. Faktor seperti pendidikan tinggi, belum menikah, dan pengalaman kerja cenderung mengurangi risiko NEET. Sebaliknya, kepemilikan akses teknologi informasi dan tingkat pendidikan kepala rumah tangga yang tinggi justru berkontribusi meningkatkan risiko. Studi ini juga menemukan pola penyebab yang berbeda antara daerah perkotaan dan pedesaan, sedangkan status migrasi tidak lagi menjadi penentu signifikan. Berdasarkan temuan ini, diperlukan pendekatan kebijakan yang terpadu dan kontekstual, meliputi perluasan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan vokasi, penguatan kompetensi digital, serta program perencanaan keluarga, dengan memperhatikan disparitas antardaerah.&#13;
&#13;
Kata kunci: NEET, sosiodemografi, pemuda Indonesia, regresi logistic.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713233</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-07 11:20:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-07 11:27:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>