<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713151">
 <titleInfo>
  <title>PERILAKU DAN JELAJAH HARIAN ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) DI STASIUN PENELITIAN KETAMBE KAWASAN EKOSISTEM LEUSER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Zsa Zsa Sufinta</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Biologi</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Orangutan sumatera (Pongo abelii) merupakan spesies kera besar endemik yang kini berstatus kritis akibat fragmentasi habitat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku harian dan daerah jelajah harian (daily range) Orangutan sumatera di Stasiun Penelitian Ketambe, Kawasan Ekosistem Leuser. Pengamatan dilakukan terhadap sepuluh individu dari tujuh kategori cohort menggunakan metode focal animal sampling dengan total waktu pengamatan mencapai 10.802 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku makan merupakan aktivitas yang paling dominan (di atas 50%) pada seluruh cohort, dengan persentase tertinggi ditemukan pada juvenile jantan (76,07%). Komposisi pakan didominasi oleh buah (81,01%), terutama dari kelompok Ficus sp., diikuti oleh kulit kayu (7,45%), daun (4,96%), bunga (3,39%), dan serangga (3,19%). Perilaku gerak paling aktif dilakukan oleh jantan remaja (25,93%) untuk eksplorasi wilayah, sementara betina remaja paling banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat (36,61%), sementara individu dewasa cenderung memiliki waktu istirahat yang lebih tinggi dibandingkan individu muda karena pengaruh bobot tubuh. Perilaku sosial dan bermain paling menonjol ditemukan pada kelompok juvenile. Jarak jelajah harian terjauh tercatat pada betina dewasa dengan bayi (Yeni) sebesar 1.323,60 meter, diikuti oleh jantan remaja (Yus) sebesar 972,46 meter dan jantan dewasa (Dedi) sebesar 561,88 meter. Sebaliknya, jarak terpendek ditemukan pada betina dewasa dengan anak (Ou8) sebesar 86,04 meter karena keberadaan pohon pakan favorit yang berbuah lebat di lokasi pengamatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa alokasi waktu harian Orangutan sumatera sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti cohort, serta faktor eksternal berupa ketersediaan pakan dan struktur habitat. Data ini penting sebagai dasar strategi konservasi dalam pengelolaan habitat orangutan di masa depan.&#13;
Kata Kunci: focal animal sampling, daerah jelajah harian, Pongo abelii, perilaku harian, Stasiun Penelitian Ketambe.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713151</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-06 11:05:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-06 11:29:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>