<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713145">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mahbub Arfah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prrogram Studi Doktor Ilmu Teknik Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pencemaran laut akibat limbah operasional kapal merupakan tantangan kritis bagi keberlanjutan ekosistem maritim dan kepatuhan terhadap regulasi internasional. Enam kapal latih milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan, termasuk KL. Laksamana Malahayati dan lima sistership-nya, menghasilkan volume limbah padat dan cair yang substansial selama pelayaran, namun beroperasi tanpa dilengkapi sistem incinerator yang memadai. Kondisi ini menimbulkan risiko tinggi terhadap pencemaran lingkungan laut dan pelanggaran terhadap Konvensi Internasional untuk Pencegahan Pencemaran dari Kapal (MARPOL 73/78). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh jumlah personel di atas kapal (taruna, perwira siswa, awak kapal, dan penumpang) terhadap kuantitas timbulan limbah padat; (2) menganalisis pengaruh jam operasi mesin induk dan mesin bantu (running hours) terhadap volume limbah; (3) mengevaluasi dampak pengoperasian kapal tanpa incinerator terhadap kualitas lingkungan perairan pelabuhan; (4) menilai implementasi MARPOL 73/78 dalam penanganan limbah di atas kapal; dan (5) mengembangkan model incinerator rekayasa yang efektif, efisien, dan patuh terhadap regulasi MARPOL.&#13;
Penelitian ini menggunakan desain metode campuran sekuensial eksplanatori (sequential explanatory mixed methods) dengan studi kasus pada enam kapal latih. Tahap kuantitatif melibatkan pengumpulan data timbulan limbah harian, data operasional mesin, serta pengukuran parameter kualitas air laut (kekeruhan, nitrat, fosfat) di enam pelabuhan. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan regresi panel data dengan model Fixed Effects dan uji asumsi klasik. Tahap kualitatif dilaksanakan melalui wawancara mendalam dengan 12 informan kunci (Nakhoda dan Kepala Kamar Mesin) serta studi dokumen operasional kapal. Pengembangan model incinerator dilakukan melalui pendekatan engineering design menggunakan perangkat lunak CAD dan divalidasi dengan simulasi termal.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah personel di atas kapal memiliki korelasi positif yang signifikan terhadap peningkatan volume timbulan limbah padat, dengan rata-rata timbulan total berkisar antara 399,45 kg hingga 589,55 kg per pelayaran antar kapal. Jam operasi mesin induk dan mesin bantu juga berkorelasi positif terhadap peningkatan volume limbah berminyak (sludge oil). Ketiadaan incinerator terbukti meningkatkan risiko pencemaran di perairan pelabuhan, yang ditandai dengan potensi peningkatan kekeruhan (hingga 8,29 NTU), konsentrasi nitrat (hingga 0,188 mg/L), dan fosfat (hingga 0,098 mg/L) yang mendekati atau melampaui baku mutu lingkungan. Implementasi MARPOL 73/78 Annex I dan V pada kapal latih telah berjalan sesuai standar, ditunjukkan melalui pengelolaan limbah yang terdokumentasi dalam Garbage Record Book dan Oil Record Book. Model incinerator rekayasa yang diusulkan berhasil dirancang dengan sistem ruang bakar ganda (suhu 950°C pada ruang bakar utama dan 1050°C pada ruang bakar sekunder), sistem filtrasi gas buang berlapis (water spray, mesh filter, dan active carbon filter), serta kapasitas pembakaran yang sesuai dengan data timbulan limbah aktual.&#13;
Disimpulkan bahwa model incinerator rekayasa ini merupakan solusi teknis yang valid dan superior dibandingkan sistem standar untuk pengelolaan limbah di atas kapal latih, memastikan kepatuhan penuh terhadap MARPOL 73/78 Annex I, V, dan VI, serta memberikan kontribusi nyata bagi perlindungan lingkungan maritim Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan optimasi desain untuk efisiensi energi, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) nasional, serta penerapan teknologi waste-to-energy pada kapal latih dan kapal komersial di masa mendatang.&#13;
Kata Kunci: Pengelolaan Limbah Kapal, Incinerator, MARPOL 73/78, Pencemaran  Laut, Kapal Latih, Desain Rekayasa, Metode Campuran.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713145</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-06 09:59:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-06 10:13:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>