FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PANGSA PENGELUARAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI PADI DI KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PANGSA PENGELUARAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI PADI DI KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

NORA YULIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Suyanti Kasimin - 196510311990112001 - Dosen Pembimbing I
Sofyan - 196611051992031004 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105102010018

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Agribisnis (S1)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ketahanan pangan rumah tangga petani padi merupakan isu penting, terutama di daerah pedesaan yang bergantung pada sektor pertanian. Salah satu indikator yang digunakan untuk menilai ketahanan pangan adalah pangsa pengeluaran pangan, yaitu persentase pengeluaran panganterhadap total pengeluaran rumah tangga. semakin besar pangsa pengeluaran pangan, semakin rendah tingkat ketahanan pangan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani padi berdasarkan pangsa pengeluaran pangan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pangsa pengeluaran pangan rumah tangga petani padi di Kabupaten Aceh Besar.
Penelitian mengunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis logistik ordinal. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Seulimum dan Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, pada bulan agustus hingga september 2025 yang meliatkan 4 desa sampel yang dipilih melalui purposive sampling, sebanyak 76 responden. Data primer diperoleh melalui wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari Badan Pusat Statistik dan instansi terkait. variabel independen yang dianalisis meliputi pandapatan rumah tangga, usia, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, pengeluaran rumah tangga, jumlah produksi padi dan kepemilikan tabungan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sebesar 57,9% rumah tangga petani padi di Kabupaten Aceh Besar berada pada kategori tidak tahan pangan, dengan pangsa pengeluaran pangan ≥ 60%. Hasil analisis logistik ordinal menunjukan bahwa pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, pengeluaran rumah tangga, dan jumlah produksi padi berpengaruh siqnifikan terhadap pangsa pengeluaran panggan rumah tangga petani padi. Sementara itu, variabel usia dan kepemilikan tabungan tidak berpengaruh signifikan terhadap pangsa pengeluaran pangan.
Secara kesuluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pendapatan, pendidikan, serta produksi padi berperan penting dalam menurunkan pangsa penegluaran pangan dan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga petani. Oleh karena itu diperlukan kebijakan yang mendukung peningkatan pendapatan dan produktivitas petani guna memperkuat ketahanan pangan rumah tangga petani padi di Kabupaten Aceh Besar.



Kata kunci: Pangsa Pengeluaran Pangan, Ketahanan Pangan, Rumah Tangga Petani Padi, Regresi Logistik Ordinal, Aceh Besar.

Household food security for rice farmers is a critical issue, particularly in rural areas dependent on the agricultural sector. One indicator used to assess food security is the share of food expenditure, which is the percentage of food expenditure relative to total household expenditure. The greater the share of food expenditure, the lower the household's food security level. The purpose of this study was to analyze the level of household food security for rice farmers based on the share of food expenditure and to identify factors influencing the share of household food expenditure in Aceh Besar Regency. The study used a quantitative descriptive approach with ordinal logistic analysis. The study was conducted in Seulimum and Kota Jantho Districts, Aceh Besar Regency, from August to September 2025. The study involved four sample villages selected through purposive sampling, with 76 respondents. Primary data were obtained through interviews and questionnaires, while secondary data were collected from the Central Statistics Agency (BPS) and related agencies. Independent variables analyzed included household income, age, number of family members, education level, household expenditure, rice production, and savings. The results of the study indicate that 57.9% of rice farming households in Aceh Besar Regency are classified as food insecure, with a share of food expenditures ≥ 60%. The ordinal logistic analysis indicates that household income, number of family members, education level, household expenditures, and rice production significantly influence the share of household food expenditures. Meanwhile, age and savings ownership did not significantly influence the share of food expenditures. Overall, this study concludes that increasing income, education, and rice production play a significant role in reducing the share of food expenditures and improving household food security. Therefore, policies that support increased farmer income and productivity are needed to strengthen household food security in Aceh Besar Regency. Keywords: Share of Food Expenditure, Food Security, Rice Farming Households, Ordinal Logistic Regression, Aceh Besar.

Citation



    SERVICES DESK