<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713085">
 <titleInfo>
  <title>DAMPAK PERCERAIAN TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSIONAL ANAK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHIEL NAJMATUL JANNAH KURNIAWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perceraian merupakan fenomena yang semakin meningkat di Kota Banda Aceh berdasarkan data BPS tahun 2022–2024. Kondisi ini menimbulkan persoalan serius bagi anak, khususnya dalam aspek sosial dan emosional. Anak dari keluarga bercerai sering mengalami perasaan kehilangan, ketidakstabilan emosi, serta kesulitan menjalin hubungan sosial. Permasalahan ini diperparah dengan minimnya peran orang tua dalam menjalankan fungsi bimbingan dan kasih sayang setelah perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak perceraian terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri 4 responden, dengan 2 kasus yang berbeda tentang dampak perceraian tehadap anak.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode wawancara semi terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di Lampaseh Aceh Banda Aceh, diketahui bahwa perceraian berdampak signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional anak sejak usia dini hingga remaja. Anak usia dini lebih terdampak pada aspek emosional, seperti sensitif, merasa bersalah, dan kehilangan figur ayah. Remaja dalam hal ini mengalami dampak seperti krisis identitas, rendahnya rasa percaya diri, serta pandangan negatif terhadap pernikahan, dan lebih mencari dukungan dari teman sebaya. Dukungan keluarga, konsistensi pola asuh, dan peran sekolah menjadi faktor penting dalam membantu anak beradaptasi dan membangun kembali rasa aman setelah perceraian.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713085</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-02 11:12:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-02 14:09:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>