<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1713061">
 <titleInfo>
  <title>KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Aufa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik	Perencanaan Wilayah dan Kota</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berperan penting dalam menunjang kesehatan dan kualitas hidup. Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, masih menghadapi permasalahan keterbatasan akses air bersih meskipun memiliki potensi sumber daya air. Permasalahan ini dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayah, keterbatasan jaringan perpipaan, serta belum optimalnya upaya pemerintah dalam penyediaan air bersih yang berkelanjutan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat masih bergantung pada sumber air alternatif yang kualitas dan ketersediaannya tidak menentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis ketersediaan air bersih di Kecamatan Lhoknga serta peran pemerintah dalam penyediaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive, terdiri dari aparat pemerintah, pengelola air bersih, dan masyarakat setempat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air bersih di Kecamatan Lhoknga belum merata akibat keterbatasan dan kerusakan jaringan perpipaan. Upaya pemerintah dalam penyediaan air bersih telah dilakukan, namun belum optimal dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan infrastruktur dan penguatan peran pemerintah sangat diperlukan untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1713061</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-31 22:49:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-01 09:22:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>