<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712995">
 <titleInfo>
  <title>PERANAN KADAR BILIRUBIN TOTAL TALI PUSAT TERHADAP KEJADIAN HIPERBILIRUBINEMIA PADA BAYI LAHIR CUKUP BULAN SECARA SECTIO CAESARIA DI RSUD ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmad Mukhlis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Hiperbilirubinemia merupakan masalah yang umum terjadi pada bayi baru lahir, dengan insidensi sekitar 60% pada neonatus cukup bulan dan 80% pada neonatus prematur pada minggu pertama kehidupan. Komplikasi berat yang dapat terjadi meliputi ensefalopati bilirubin dan kernikterus, yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis permanen. Pemeriksaan kadar bilirubin darah tali pusat telah diusulkan sebagai metode skrining dini untuk memprediksi risiko terjadinya hiperbilirubinemia.&#13;
Tujuan: Menganalisis kadar bilirubin total darah tali pusat sebagai prediktor hiperbilirubinemia pada neonatus cukup bulan yang dilahirkan melalui operasi sesar di RSUD dr. Zainoel Abidin.&#13;
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan pada November 2024 hingga Juli 2025. Sebanyak 55 neonatus cukup bulan (usia gestasi 37–42 minggu) yang lahir melalui operasi sesar diikutsertakan dalam penelitian ini. Sampel darah tali pusat diambil saat lahir, dan sampel darah vena diambil pada hari ketiga kehidupan untuk pemeriksaan kadar bilirubin. Analisis ROC dilakukan untuk menentukan nilai cut-off optimal.&#13;
Hasil: Dari 55 subjek penelitian, sebanyak 18 neonatus (32,7%) mengalami hiperbilirubinemia. Rata-rata kadar bilirubin tali pusat adalah 1,86 ± 0,423 mg/dL. Analisis ROC menunjukkan nilai AUC sebesar 0,625 dengan nilai cut-off optimal 1,585 mg/dL (sensitivitas 100% dan spesifisitas 35,1%). Neonatus dengan kadar bilirubin tali pusat ≥1,585 mg/dL memiliki risiko 1,75 kali lebih tinggi mengalami hiperbilirubinemia (RR = 1,750; IK 95%: 1,347–2,274; p = 0,005). Berat badan lahir rendah juga ditemukan berhubungan secara signifikan dengan kejadian hiperbilirubinemia (p = 0,000).&#13;
Kesimpulan: Kadar bilirubin tali pusat ≥1,585 mg/dL dapat digunakan sebagai alat skrining dini untuk memprediksi risiko hiperbilirubinemia pada neonatus cukup bulan yang dilahirkan melalui operasi sesar, dengan sensitivitas tinggi sehingga bermanfaat sebagai metode uji untuk menyingkirkan risiko (rule-out test).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712995</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-17 13:59:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-17 14:29:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>