<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712917">
 <titleInfo>
  <title>UJI KEMAMPUAN EKSTRAK DAUN KECOMBRANG (ETLINGER ELATIOR) SEBAGAI USAHA PENGENDALIAN KASUS EAR MITES PADA KUCING DOMESTIK SECARA IN VIVO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAHMI RIZKI LUBIS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (S1)</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Otodectes sp. merupakan ektoparasit yang sering menginfestasi saluran telinga kucing yang &#13;
dapat menyebabkan peradangan, rasa gatal, serta ketidaknyamanan. Penggunaan &#13;
insektisida sintetis secara terus-menerus dan tidak terkontrol berpotensi menimbulkan &#13;
resistensi, sehingga diperlukan insektisida alami sebagai pilihan alternatif. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun kecombrang (Etlingera elatior) &#13;
sebagai insektisida alami dalam pengendalian Otodectes sp. pada kucing secara in vivo. &#13;
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan 8 ekor kucing lokal &#13;
yang terinfestasi Otodectes sp., dibagi menjadi dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok &#13;
ekstrak daun kecombrang konsentrasi 10% dan kelompok kontrol positif menggunakan &#13;
insektisida sintetis (Vetotic®). Perlakuan dilakukan dengan penetesan larutan pada kedua &#13;
telinga kucing selama tujuh hari. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0, 3, 5, dan 7 melalui &#13;
pemeriksaan serumen telinga di bawah mikroskop untuk menilai keberadaan dan mortalitas &#13;
tungau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kecombrang 10% mampu &#13;
menurunkan keberadaan Otodectes sp. secara bertahap hingga mencapai mortalitas 100% &#13;
pada hari ke-7, setara dengan insektisida sintetis. Disimpulkan bahwa ekstrak daun &#13;
kecombrang mampu bertindak sebagai insektisida alami dalam pengendalian Otodectes sp. &#13;
pada kucing secara in vivo.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712917</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-13 09:02:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-13 09:32:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>