<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712863">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN DRUG RELATED PROBLEMS (DRPS) PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ASSYFA FEBRINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA / Prodi Farmasi (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Drug Related Problems (DRPs) pada pasien rawat inap dapat memengaruhi keberhasilan terapi, sementara data mengenai angka kejadiannya di Aceh, khususnya di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, masih terbatas. Pasien dewasa usia 19–59 tahun umumnya menerima terapi dengan beberapa obat dan lama rawat inap yang bervariasi sehingga berisiko mengalami DRPs. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur angka kejadian DRPs, mengidentifikasi jenisnya, serta menganalisis faktor risiko yang berkontribusi terhadap terjadinya DRPs pada pasien rawat inap. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional retrospektif dengan data sekunder dari lembar pemantauan terapi obat (PTO) yang diisi oleh apoteker klinis pada periode Agustus 2024–Agustus 2025. Hasil telaah lembar PTO menunjukkan 173 dari 195 pasien (88,72%) mengalami DRPs dengan total 273 kejadian. Jenis DRPs yang paling banyak ditemukan adalah masalah efektivitas terapi sebanyak 225 kejadian (80,5%) terutama gejala atau indikasi yang tidak diobati dan efek terapi obat tidak optimal. Masalah terkait domain keamanan pengobatan juga ditemukan 34 kejadian (12,82%), diikuti domain lainnya yaitu 13 kejadian (4,77%). Faktor risiko yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian DRPs setelah dilakukan analisis multivariat yaitu polifarmasi (OR=0,09; p=0,001) dan lama rawat inap ≥5 hari (OR=0,18; p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DRUGS (PHARMACEUTICALS) - PHARMACOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PATIENT EDUCATION - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>615.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712863</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-11 13:44:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-12 09:20:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>