<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712801">
 <titleInfo>
  <title>UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN LOTION EKSTRAK AMPAS PENYULINGAN MINYAK PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) SEBAGAI REPELLENT TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI LINN.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURUL FAJRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan penting di Indonesia, yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Salah satu upaya pencegahan DBD adalah dengan menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan repellent. Pemanfaatan bahan alami, khususnya limbah pertanian, berpotensi menjadi alternatif repellent yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia ekstrak etanol ampas penyulingan minyak pala (Myristica fragrans), mengevaluasi kualitas sediaan lotion, serta menguji efektivitas dan keamanan lotion sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti. Ampas penyulingan minyak pala diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol dan diformulasikan menjadi sediaan lotion dengan variasi konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Analisis fitokimia menunjukkan keberadaan senyawa alkaloid, terpenoid, saponin, flavonoid, steroid, dan fenolik. Uji efektivitas repellent dilakukan dengan metode arm-in-cage menggunakan kontrol positif lotion komersial yang mengandung DEET 13% (P+) dan kontrol negatif tanpa ekstrak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kontrol positif memberikan daya proteksi tinggi pada awal pengamatan, namun tidak mampu mempertahankan efektivitas hingga durasi perlindungan yang umumnya diklaim di pasaran. Lotion dengan konsentrasi ekstrak 10% menunjukkan daya proteksi paling stabil dan efektif hingga enam jam dibandingkan konsentrasi lainnya. Dengan demikian, ampas penyulingan minyak pala berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif repellent alami. Uji kualitas lotion meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan iritasi kulit. Hasil pH sediaan lotion berada pada kisaran 8-8,5, dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Penelitian ini membuka peluang pemanfaatan limbah industri pala sebagai produk anti-nyamuk yang aman, dan ramah lingkungan.&#13;
Kata kunci: ampas pala, Myristica fragrans, lotion, repellent, Aedes aegypti&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712801</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-10 11:14:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-10 11:15:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>