<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712799">
 <titleInfo>
  <title>UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN DARI SEDIAAN ACNE SPOT BERBASIS EKSTRAK ETANOL BAKTERI ENDOFIT RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALIVA RISMANITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jerawat (acne vulgaris) merupakan permasalahan kulit yang banyak dialami dan berkaitan dengan infeksi bakteri Propionibacterium acnes serta stres oksidatif. Penggunaan antibiotik jangka panjang berpotensi menimbulkan resistensi, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alami. Bakteri endofit rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) diketahui menghasilkan senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri dan antioksidan sediaan acne spot berbasis ekstrak etanol bakteri endofit rimpang kencur. Sediaan acne spot diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak, yaitu F0 (0%), F1 (0,4%), dan F2 (0,8%). Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro menggunakan metode difusi sumuran terhadap Propionibacterium acnes, sedangkan uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dengan penentuan nilai IC50. Hasil pengujian antibakteri pada penelitian ini menunjukkan diameter zona hambat sebesar 3,94 mm (F0), 7,61 mm (F1), dan 9,46 mm (F2). Hasil uji antioksidan yang didapatkan sebesar 168,8 ppm (F0), 123,78 ppm (F1), dan 109,13 ppm (F2). Berdasarkan hasil penelitian, formula F2 menunjukkan aktivitas antibakteri dan antioksidan paling optimal. Kesimpulan dari penelitin ini bahwa sediaan acne spot berbasis ekstrak bakteri endofit rimpang kencur berpotensi dikembangkan sebagai alternatif sediaan topikal untuk penanganan jerawat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712799</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-10 10:19:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-10 10:26:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>