<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712791">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN RNACNE SPOT DARI EKSTRAK ETANOL BAKTERIRNENDOFIT RIMPANG KENCUR RN(KAEMPFERIA GALANGA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT FARAH NISRINA FATIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jerawat (Acne vulgaris) merupakan salah satu permasalahan kulit yang sering dialami dan dapat menurunkan kepercayaan diri. Alternatif terapi jerawat terus dikembangkan saat ini, salah satunya melalui pemanfaatan bahan alam diantaranya metabolit sekunder yang berasal dari bakteri endofit. Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan tanaman obat tradisional yang berpotensi sebagai sumber bakteri endofit. Namun, pemanfaatan ekstrak etanol bakteri endofit rimpang kencur dalam bentuk sediaan topikal masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan acne spot yang mengandung ekstrak etanol bakteri endofit rimpang kencur serta menilai karakteristik fisik dan kestabilannya. Metode penelitian dilakukan dengan memformulasikan sediaan acne spot dalam beberapa variasi formula yaitu F0 (0%), F1 (0,4%), dan F2 (0,8%), serta evaluasi karakteristik fisik yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas dan sifat alir, serta iritasi. Uji kestabilan dilakukan menggunakan metode cycling test. Data kuantitatif dianalisis secara statistik, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat dapat diformulasikan menjadi sediaan acne spot dan memiliki karakteristik fisik yang baik dan relatif stabil baik sebelum dan setelah cycling test. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bakteri endofit rimpang kencur berpotensi diformulasikan sebagai sediaan acne spot yang stabil dan memenuhi persyaratan evaluasi fisik.&#13;
Kata kunci: Acne spot, bakteri endofit, Kaempferia galanga L., ekstrak etanol, emulgel, evaluasi sediaan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712791</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-09 23:32:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-10 09:00:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>