<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712771">
 <titleInfo>
  <title>PREDIKSI WAKTU PARTUS PADA SAPI ACEH MELALUI PENGAMATAN KLINIS, PERILAKU DAN PENGUKURAN METABOLIT KORTISOL PADA SAPI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Aderiza Anggina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
&#13;
&#13;
PREDIKSI WAKTU PARTUS PADA SAPI ACEH MELALUI PENGAMATAN KLINIS, PERILAKU DAN PENGUKURAN METABOLIT KORTISOL PADA SAPI ACEH&#13;
&#13;
&#13;
	Kesejahteraan hewan merupakan prinsip penting dalam pemeliharaan hewan termasuk sapi, khususnya pada saat partus. Pada sapi yang sedang mengalami partus, kadar kortisol cenderung meningkat sebagai respons terhadap stres fisik dan emosional yang terjadi, maka pemantauan kadar kortisol pada sapi terutama pada fase kritis seperti partus sangat penting untuk mendeteksi kemungkinan gangguan atau komplikasi yang dapat memengaruhi kesehatan dan produktivitas sapi setelah kelahiran. Tujuan penelitian ini untuk memprediksi waktu partus pada sapi aceh melalui pengamatan gejala klinis, perilaku gelisah dan pengukuran kadar metabolit kortisol dalam feses (non-invasif). Pengamatan dilakukan pada periode empat minggu sebelum partus hingga satu minggu setelah partus untuk melihat perubahan perilaku dan fisiologis yang terjadi menjelang kelahiran. Gejala klinis yang diamati adalah perubahan ambing dan vulva. Penilaian dilakukan menggunakan sistem skoring visual ordinal yang setiap parameter dinilai berdasarkan tingkat perubahan morfologis. Skor ambing dan vulva dibagi menjadi empat tingkat, mulai dari kondisi normal hingga kondisi maksimal menjelang partus. Perilaku sapi menjelang partus dinilai menggunakan sistem skoring perilaku gelisah. Skor gelisah diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkat, mulai dari kondisi tenang hingga sangat gelisah. Pengukuran parameter fisiologis dilakukan melalui analisis kadar metabolit kortisol dalam feses sebagai metode non-invasif untuk meminimalkan stres tambahan pada hewan. Sampel feses dikoleksi secara langsung setelah defekasi, diekstraksi menggunakan pelarut etanol, kemudian dianalisis menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Hasil pengamatan gejala klinis menunjukkan bahwa perubahan fisik seperti pembengkakan ambing dan vulva semakin jelas seiring mendekatnya waktu partus. Saat menjelang partus sapi juga menunjukkan perubahan perilaku berupa peningkatan intensitas gelisah dan cenderung berkurangnya nafsu makan. Hasil analisis terhadap gejala klinis pada ambing dan vulva yang dianalisis menggunakan uji nonparametrik Friedman menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada perubahan ambing antar waktu pengamatan (p &lt; 0,001) dan vulva (p &lt; 0,002). Hasil analisis terhadap perilaku gelisah menggunakan uji Friedman menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antarperiode pengamatan (p &lt; 0,05), dengan kecenderungan peningkatan skor gelisah pada minggu-minggu terakhir sebelum partus. Pengukuran kadar metabolit kortisol feses menunjukkan bahwa sebelum partus sapi aceh memiliki nilai rata-rata sebesar 20,07 ± 3,38 sedangkan setelah partus nilai rata-rata menurun menjadi 14,14 ± 4,87. Analisis perbedaan kadar metabolit kortisol feses sebelum dan setelah partus menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik (p &lt; 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa perubahan gejala klinis, peningkatan perilaku gelisah dan perubahan kadar metabolit kortisol terjadi secara paralel menjelang partus. Kombinasi pengamatan klinis, perilaku dan parameter fisiologis ini dapat digunakan sebagai pendekatan yang efektif dalam memprediksi waktu partus pada sapi aceh.&#13;
&#13;
Kata kunci: Sapi aceh, partus, gejala klinis, perilaku gelisah, metabolit kortisol&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CATTLE - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PARTURITION</topic>
 </subject>
 <classification>636.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712771</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-09 13:42:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-10 10:47:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>