<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712741">
 <titleInfo>
  <title>DISASTER RISK FINANCING AND INSURANCE:</title>
  <subTitle>EXPLORING THE ROLE OF RISK MANAGEMENT AND FISCAL CAPACITY IN DISASTER-AFFECTED REGIONS</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WANTI ANA YUMNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Akuntansi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini menganalisis pengelolaan pembiayaan risiko bencana serta peran kapasitas fiskal dalam mendukung mekanisme Disaster Risk Financing and Insurance (DRFI) dan peran kapasitas fiscal dalam perlindungan aset. Menggunakan metode kualitatif studi kasus di Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh, dan Kabupaten Aceh Besar, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat instansi keuangan (BPKA/BPKD/Bappeda) serta analisis dokumen anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan risiko bencana di ketiga wilayah masih bersifat reaktif (ex-post) dengan ketergantungan tinggi pada Belanja Tidak Terduga (BTT) dan bantuan pusat. Meskipun risiko bencana telah dipertimbangkan secara teknis, integrasi sistematis ke dalam perencanaan fiskal dan asuransi asset pemerintah daerah masih minim. Kapasitas fiskal ditemukan bukan sebagai determinan utama, melainkan kekakuan struktur anggaran dan prioritas belanja wajib yang membatasi adopsi DRFI. Berdasarkan Teori Prospek dan Institusional, rendahnya penggunaan asuransi dipicu oleh bias kognitif pengambil kebijakan yang menganggap premi sebagai beban biaya dan ketergantungan pada norma bantuan pusat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi lokal, integrasi pembiayaan risiko ke dalam kerangka anggaran jangka menengah, dan peningkatan literasi asuransi bagi pengelola keuangan daerah.&#13;
Kata Kunci: DRFI, Kapasitas Fiskal, Perlindungan Aset, Manajemen Risiko, Pemerintah Daerah.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712741</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-09 10:25:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-09 11:19:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>