OPTIMASI FORMULA SEDIAAN PEMBERSIH WAJAH ANTIAGING DENGAN KANDUNGAN KOLAGEN TULANG IKAN TUNA SIRIP KUNING (THUNNUS ALBACARES) DAN MINYAK NILAM FRAKSI RINGAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN PEMBERSIH WAJAH ANTIAGING DENGAN KANDUNGAN KOLAGEN TULANG IKAN TUNA SIRIP KUNING (THUNNUS ALBACARES) DAN MINYAK NILAM FRAKSI RINGAN


Pengarang

DARA MEUTIA PANGGABEAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nadia Isnaini - 199407042022032016 - Dosen Pembimbing I
Lydia Septa Desiyana - 198109252008122002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2208109010038

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Farmasi (S1) / PDDIKTI : 48201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas mipa.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pemanfaatan tulang ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) sebagai sumber kolagen berpotensi mendukung pengembangan bahan aktif kosmetik dengan sumber daya lokal. Kolagen tulang ikan tuna sirip kuning yang dikombinasikan dengan minyak nilam (Pogostemon cablin) fraksi ringan dikembangkan dalam sediaan pembersih wajah, sehingga diperlukan optimasi formula untuk memenuhi persyaratan mutu fisik dan keamanan. Penelitian ini bertujuan menentukan formula pembersih wajah yang optimal serta mengevaluasi mutu fisik dan keamanannya. Sediaan pembersih wajah diformulasikan dalam bentuk gel dengan variasi gelling agent, yaitu xanthan gum pada F1 (1%) dan F2 (1,5%) serta guar gum pada F3 (0,9%) dan F4 (1%). Evaluasi dilakukan terhadap parameter organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, sifat alir, tinggi dan stabilitas busa, serta stabilitas. Uji keamanan meliputi cemaran mikroba, cemaran logam berat, dan uji iritasi kulit dengan metode uji tempel terbuka. Hasil penelitian menunjukkan sediaan berwarna kuning jernih hingga keruh dengan aroma bergamot. Nilai pH berada pada kisaran 5,80–5,90 dan relatif stabil. Formula F1 dan F2 menghasilkan sediaan tidak homogen dengan viskositas 905–2.201 mPas, daya sebar 7,30–10,33 cm, dan daya lekat 2,92–4,55 detik. Formula F3 dan F4 menghasilkan sediaan homogen dengan viskositas 8.003–9.223 mPas, daya sebar 5,53–5,83 cm, serta daya lekat 6,54–8,93 detik. Seluruh formula memiliki tinggi busa awal sekitar 5,0 cm dengan stabilitas 92,82–96,08%. Uji keamanan menunjukkan cemaran mikroba dan logam berat memenuhi persyaratan BPOM serta nilai Primary Skin Irritation Index (PSII) sebesar 0,1 yang tergolong iritasi sangat ringan. Berdasarkan hasil tersebut, formula F3 dan F4 dinyatakan paling sesuai sebagai sediaan pembersih wajah antiaging.

Yellowfin tuna (Thunnus albacares) bones have potential as a collagen source for the development of locally based cosmetic active ingredients. Collagen derived from yellowfin tuna bones combined with the light fraction of patchouli oil (Pogostemon cablin) was formulated into a facial cleanser gel, requiring formulation optimization to meet physical quality and safety standards. This study aimed to determine the optimal facial cleanser formulation and to evaluate its physical quality and safety. Facial cleansers were formulated as gel preparations using different gelling agents: xanthan gum in F1 (1%) and F2 (1.5%), and guar gum in F3 (0.9%) and F4 (1%). Evaluations included organoleptic properties, homogeneity, pH, spreadability, adhesion, viscosity, flow behavior, foam height and stability, and overall stability. Safety assessments comprised microbial contamination, heavy metal contamination, and skin irritation testing using the open patch test method. The formulations showed a clear to turbid yellow appearance with a bergamot aroma and pH values of 5.80–5.90. F1 and F2 were non-homogeneous, with viscosities of 905–2.201 mPa·s, spreadability of 5.53–5.83 cm, and adhesiveness of 2.92–4.55 s. In contrast, F3 and F4 were homogeneous, with viscosities of 8,003–9,223 mPa·s, spreadability of 6.54–8.93 cm, and adhesiveness of 6.54–8.93 s. All formulations produced an initial foam height of ~5.0 cm with stability of 92.82–96.08%. Safety tests indicated that microbial and heavy metal contaminations met BPOM requirements, and the Primary Skin Irritation Index (PSII) value of 0.1 was classified as very mild irritation. F3 and F4 were the most suitable anti-aging facial cleanser formulations.

Citation



    SERVICES DESK