<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712663">
 <titleInfo>
  <title>EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KECOMBRANG TERHADAP PERTUMBUHAN JUMLAH KOLONI BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA USUS TIKUS (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAQHFIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman kecombrang (Etlingera elatior) memiliki potensi besar sebagai agen antibakteri alami. Kandungan senyawa bioaktif dalam tanaman ini mampu menjadi alternatif dalam pengendalian bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kecombrang terhadap pertumbuhan jumlah koloni bakteri Escherichia coli pada usus tikus (Rattus norvegicus) melalui pendekatan in vivo. Sampel yang digunakan adalah 12 ekor tikus yang dibagi menjadi empat kelompok perlakuan. meliputi K0 (kontrol tanpa ekstrak kecombrang), K1 (dosis ekstrak 300 mg/kg BB), K2 (dosis ekstrak 600 mg/kg BB), dan K3 (dosis ekstrak 900 mg/kg BB) yang diberikan secara oral selama 14 hari.  Pertumbuhan koloni E. coli di amati secara makroskopis pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA) dan dihitung menggunakan colony counter. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way ANOVA dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan K0 menghasilkan jumlah koloni tertinggi yaitu 1443,33±73,71, K1 dengan nilai sedang yaitu 267,00±75,94, dan K2 dengan kategori rendah yaitu 11,00±11,53. Sedangkan  K3 tidak ditemukan adanya pertumbuhan koloni bakteri (0,00±0,00). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kecombrang berpengaruh signifikan  dan efektif dalam menghambat pertumbuhan koloni E. coli pada usus tikus.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RATS ( RATTUS )</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ESCHERCHIA COLI INFECTIONS - INCIDENCE</topic>
 </subject>
 <classification>614.57</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712663</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-05 15:24:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-06 09:48:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>