<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712627">
 <titleInfo>
  <title>DIFERENSIAL LEUKOSIT TIKUS PUTIH JANTAN  (RATTUS NOVERGICUS) YANG DIINFEKSI YANG  TRYPANOSOMA EVANSI ISOLAT SIMEULUE SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FERA KHAIDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Trypanosomiasis merupakan penyakit parasitik disebabkan oleh Trypanosoma evansi yang dapat menyerang hewan seperti sapi, kerbau, unta dan kuda. Penyakit ini dapat memengaruhi respons imun pada hewan ditandai dengan adanya perubahan pada profil diferensial leukosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kecombrang (Etlingera elatior) terhadap diferensial leukosit meliputi neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil, pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang terinfeksi T. evansi. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok, masing-masing terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok kontrol negatif (K1) hanya diberikan aquades tanpa  T. evansi, kelompok kontrol positif (K2) diinfeksi T. evansi tanpa pemberian ekstrak kecombrang, kelompok perlakuan (K3, K4, dan K5) diinfeksi T. evansi serta diberikan ekstrak daun kecombrang dengan dosis berturut-turut 300 mg/kg BB, 600 mg/kg BB, dan 1200 mg/kg BB. Infeksi T. evansi dilakukan secara intraperitoneal dan ekstrak diberikan secara oral sehari setelah diinfeksikan T. evansi selama 4 hari berturut-turut. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke lima setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 25, analisis statistik menggunakan uji Kruskal–Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney pada parameter eosinofil, limfosit, dan monosit,  neutrofil menggunakan uji ANOVA sedangkan basofil pada seluruh kelompok perlakuan menunjukkan nilai 0% sehingga tidak dilakukan analisis statistik lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh signifikan terhadap persentase eosinofil, limfosit, dan monosit (p &lt; 0,05). Dapat disimpulkan bahwa infeksi T. evansi dan perlakuan yang diberikan memengaruhi profil diferensial leukosit, terutama eosinofil, limfosit, dan monosit, sebagai cerminan aktivasi respons imun seluler.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712627</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-05 11:03:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-05 11:27:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>