<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1712569">
 <titleInfo>
  <title>UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN RUKU-RUKU (OCIMUM TENUIFLORUM L.) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NIDA FAIZAH BINTI HUSNI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan antifungi dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping dan resistensi sehingga diperlukan alternatif antifungi berbahan alam. Daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum L.) dilaporkan mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antifungi ekstrak etanol daun ruku-ruku terhadap pertumbuhan C. albicans secara in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak etanol daun ruku-ruku diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diuji pada konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, dan 60%. Jamur uji yang digunakan adalah C. albicans ATCC 10231, dengan nistatin sebagai kontrol positif dan CMC 1% sebagai kontrol negatif. Parameter yang diamati adalah diameter zona inhibisi yang terbentuk setelah inkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Data dianalisis menggunakan uji One Way Anova yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi ekstrak etanol daun ruku-ruku mampu menghambat pertumbuhan C. albicans dengan diameter zona inhibisi 6,37 mm, 7,07 mm, 8,50 mm, 10,47 mm dan 11,87 mm dengan penghambatan paling tinggi pada konsentrasi 60%. Nilai penghambatan tersebut menunjukkan lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol positif Nistatin yaitu sebesar 10,23±0,15 mm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun ruku-ruku memiliki aktivitas dan potensi sebagai agen antifungi terhadap C. albicans.&#13;
&#13;
Kata kunci: antifungi, Candida albicans, daun ruku-ruku, Ocimum tenuiflorum, zona inhibisi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CANDIDIASIS - INCIDENCE</topic>
 </subject>
 <classification>614.559</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1712569</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-03-04 12:52:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-03-05 09:13:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>