EKSPRESI CYTOKERATIN-14 PADA KESEMBUHAN LUKA INCISI YANG DIBERI PLASMA KAYA TROMBOSIT (PKT) RNHETEROLOG ASAL SAPI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

EKSPRESI CYTOKERATIN-14 PADA KESEMBUHAN LUKA INCISI YANG DIBERI PLASMA KAYA TROMBOSIT (PKT) RNHETEROLOG ASAL SAPI


Pengarang

Mumtaza Firsta Afdelia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Erwin - 198411272008121001 - Dosen Pembimbing I
Etriwati - 198304282008122001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

250220101100007

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Masyarakat Veterenir (S2) / PDDIKTI : 54162

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Luka kulit merupakan gangguan kontinuitas jaringan yang memicu rangkaian proses biologis kompleks, meliputi fase hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Keberhasilan fase proliferasi, khususnya re-epitelisasi, sangat menentukan kualitas penyembuhan luka. Pada tahap ini, keratinosit basal berperan sentral dalam menutup permukaan luka melalui proses migrasi dan proliferasi. Aktivitas sel basal tersebut dapat dievaluasi melalui parameter histologis berupa ketebalan epitel dan penanda molekuler spesifik, salah satunya Cytokeratin-14 (CK14). Upaya mempercepat penyembuhan luka mendorong pemanfaatan terapi biologis berbasis faktor pertumbuhan, seperti Plasma Kaya Trombosit (PKT). Plasma Kaya Trombosit mengandung berbagai growth faktor yang mampu menstimulasi regenerasi jaringan. Penggunaan PKT heterolog, khususnya asal sapi, menjadi alternatif yang menjanjikan karena mudah diperoleh dan memiliki potensi biologis yang serupa dengan PKT autolog. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh PKT heterolog asal sapi terhadap penyembuhan luka insisi kulit kucing melalui pengukuran ketebalan epitel dan analisis ekspresi CK14 secara imunohistokimia. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan enam ekor kucing lokal jantan yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberi PKT heterolog dan kelompok kontrol tanpa PKT. Sampel jaringan kulit diambil pada hari ke-14 pasca incisi untuk pemeriksaan histopatologis menggunakan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) dan pewarnaan imunohistokimia CK14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang diberi PKT heterolog memiliki ketebalan epitel yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, disertai struktur epidermis yang lebih homogen dan teratur. Ekspresi CK14 pada kelompok PKT tampak positif kuat dan merata pada lapisan basal epidermis, folikel rambut, serta kelenjar kulit, sedangkan kelompok kontrol menunjukkan intensitas yang lebih lemah dan distribusi yang kurang merata. Temuan ini menunjukkan bahwa PKT heterolog asal sapi mampu meningkatkan aktivitas proliferasi keratinosit basal dan mempercepat proses re-epitelisasi. Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian PKT heterolog asal sapi berpotensi mempercepat penyembuhan luka kulit pada kucing melalui peningkatan regenerasi epitel yang ditandai oleh penebalan lapisan epidermis dan penguatan ekspresi CK14. Hasil ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan terapi biologis regeneratif yang lebih efektif, ekonomis, dan aplikatif dalam bidang bedah serta dermatologi veteriner.

Kata kunci: Cytokeratin-14, epitel kulit, plasma kaya trombosit heterolog, penyembuhan luka

Skin wounds represent a disruption of tissue continuity that triggers a complex biological cascade involving the phases of hemostasis, inflammation, proliferation, and remodeling. The success of the proliferative phase, particularly re-epithelialization, is a key determinant of wound healing quality. During this stage, basal keratinocytes play a central role by migrating and proliferating to restore epidermal continuity. The activity of these basal cells can be evaluated through histological parameters such as epithelial thickness and specific molecular markers, notably Cytokeratin-14 (CK14). Advances in wound management have promoted the use of biological therapies based on growth factors, including Platelet-Rich Plasma (PRP). Platelet Rich Plasma contains high concentrations of growth factors capable of stimulating tissue regeneration. The use of heterologous PRP, especially of bovine origin, offers a promising alternative to autologous PRP due to its availability in large quantities and comparable biological activity. This study aimed to evaluate the effect of bovine-derived heterologous PRP on the healing of cat skin incision wounds by assessing epithelial thickness and the immunohistochemical expression of CK14. An experimental design was applied using six male local cats divided into two groups: a treatment group receiving heterologous PRP and a control group without PRP. Skin tissue samples were collected on day 14 post-incision and examined histopatologically using Hematoxylin–Eosin (HE) staining and CK14 immunohistochemistry. The results demonstrated that the PRP-treated group exhibited greater epithelial thickness compared to the control group, accompanied by a more homogeneous and well-organized epidermal structure. Cytokeratin-14 expression in the PRP group was strongly positive and evenly distributed in the basal epidermis, hair follicles, and skin glands, whereas the control group showed weaker intensity and less uniform distribution. These findings indicate that bovine heterologous PRP enhances basal keratinocyte proliferation and accelerates the re-epithelialization process. this study confirms that bovine-derived heterologous PRP has the potential to accelerate skin wound healing in cats by promoting epithelial regeneration, as evidenced by increased epidermal thickness and enhanced CK14 expression. These results provide a scientific basis for the development of effective, economical, and practical regenerative biological therapies in veterinary surgery and dermatology. Keywords: Cytokeratin-14, skin epithelium, heterologous platelet-rich plasma, wound healing

Citation



    SERVICES DESK