VARIASI TEKNIK PENYADAPAN DAN PENAMBAHAN STIMULAN TERHADAP KUALITAS GETAH PINUS MERKUSII DI DATARAN TINGGI GAYO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

VARIASI TEKNIK PENYADAPAN DAN PENAMBAHAN STIMULAN TERHADAP KUALITAS GETAH PINUS MERKUSII DI DATARAN TINGGI GAYO


Pengarang

Eja Munanda - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Safrizal - 197510302006041001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2005106010076

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Teknik Pertanian (S1).,

Bahasa

Indonesia

No Classification

634.975 1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Getah pinus termasuk salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) bernilai komersial yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan. Jenis Pinus merkusii digolongkan sebagai pohon fast growing species dan secara alami tumbuh di beberapa wilayah Sumatera, seperti Aceh, Tapanuli, dan Kerinci. Tanaman Pinus yang ada di dataran tinggi Gayo selalu diupayakan dengan baik oleh masyarakat, agar dapat menghasilkan getah yang berkualitas. Hasil temuan awal memperlihatkan bahwa masyarakat di Dataran Tinggi Gayo umumnya melakukan penyadapan pinus dengan membuat koakan pada batang. Teknik ini merupakan cara yang lazim dipraktikkan oleh masyarakat, karena telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi tradisi setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas getah Pinus merkusii yang dihasilkan melalui metode penyadapan di wilayah tersebut.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode penelitian deskriptif dengan langkah-langkah membuat rancangan percobaan metode sadap Bor, Koakan dan Kopral. Ketiga metode tersebut diberikan perlakukan Lengkuas, Asam sulfat (H2SO4) dan tanpa kontrol. Analisa yang dilakukan pada penelitian ini berupa kadar air dan kadar kotoran yang merujuk sesuai standar SNI 7837:2016.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas getah Pinus Merkusii teknik bor dengan stimulan H:SO4, Lengkuas dan kontrol memperoleh mutu A dengan kandungan kadar air 4,05% (H2SO4), 5% (Lengkuas) dan 6,5% (kontrol) dan kandungan kadar kotoran 0,715% (H2SO4), 0,915% (Lengkuas) dan 1,415% (kontrol). Sedangkan kualitas getah Pinus Merkusii untuk kadar air + kadar kotoran menunjukkan teknik bor memperoleh hasil lebih baik yakni mutu premium dengan kandungan kadar air + kadar kotoran 4,765% (H2SO4), 5,915% (Lengkuas) dan 7,915% (kontrol) lebih kecil dari SNI 7837:2016.

SUMMARY Pine sap is a commercially valuable non-timber forest product (NTFP) with significant development prospects. Pinus merkusii is classified as a fast-growing tree species and grows naturally in several regions of Sumatra, such as Aceh, Tapanuli, and Kerinci. The pine trees in the Gayo Highlands are consistently managed by the community to produce high-quality sap. Initial findings indicate that people in the Gayo Highlands generally tap pine trees by making hollows in the trunks. This technique is a common practice, having been passed down through generations and is a local tradition. This study aims to determine the quality of Pinus merkusii sap produced through this tapping method in the region. The method used in this study was a descriptive one, with the following steps: designing experiments for the Bor, Koakan, and Kopral tapping methods. All three methods were treated with galangal, sulfuric acid (H2SO4), and no control. The analysis used in this study included water content and impurities, which were in accordance with the SNI 7837:2016 standard.

Citation



    SERVICES DESK